Fenomena Isu-Isu Gender Dalam Konseling Multibudaya Di -Indonesia : Fenomena Kawin Tangkap (Piti Rambang)
DOI:
https://doi.org/10.62383/katalis.v2i2.1696Keywords:
Gender issues, multicultural counsellingAbstract
This research discusses the phenomenon of gender issues in multicultural counseling in Indonesia, focusing on the tradition of Kawin Tangkap (Piti Rambang) in Sumba tribe, East Nusa Tenggara. The purpose of the research is to analyze the social and psychological impact of the practice of Kawin Tangkap on women, as well as how multicultural counseling can provide solutions. The research method used was a literature study, which involved collecting and analyzing data from various sources, including journals, articles, and documents related to gender issues. The results showed that the Kawin Tangkap tradition is a form of gender-based violence that violates women's rights and contradicts positive law.
References
Amalia, R. (2016). Penerapan konseling eksistensial humanistik berbasis nilai budaya minangkabau dalam kesetaraan gender untuk meningkatkan self esteem pada remaja putri. Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman, 2(2), 9-16.
Doko, E. W., Suwitra, I. M., & gayatry Sudibya, D. (2021). Tradisi Kawin Tangkap (Piti Rambang) Suku Sumba di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Konstruksi Hukum, 2(3), 656-660.
Hardi, E., & Mudjiran, M. (2022). Diversitas sosiokultural dalam wujud pendidikan multikultural, gender dan pembelajaran berdiferensiasi. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 4(6), 8931-8942.
Haris, O. K., Hidayat, S., & Muntalib, D. N. (2023). Adat Kawin Tangkap (Perkawinan Paksa) sebagai Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Halu Oleo Legal Research, 5(1), 1-12.
Haryati, H., & Aryani, S. A. (2022). Konseling Multikultural Dengan Terapi Feminis Dalam KDRT Pada Perempuan. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 1(6), 809-816.
Jannah, M., Karneli, Y., & Netrawati, N. (2024). Teknik Konseling Kelompok Dengan Pendekatan Person Centered Therapy Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Korban Kekerasan Seksual. Counselia; Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam, 5(2), 341-356.
Khowatim, K. Peran Konselor Dalam Konseling Multibudaya Untuk Mewujudkan Kesetaraan Gender.‖ Bikotetik (Bimbingan Dan Konseling Teori Dan Praktik) 4, no. 1 (2020): 10–15.
Latif, M. (2021). Politik Multikulturalisme: sebuah Gerakan Keadilan dan Kesetaraan. Jurnal Politik Profetik, 9(2), 205-229.
Lianawati, A. (2018, October). Implementasi keterampilan konseling dalam layanan konseling individual. In Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling Jambore Konseling 3. Ikatan Konselor Indonesia (IKI).
Mukhtar, U. (2018). Isu Gender dan Upaya Menegakkan Keadilan Sosial. Wahana Karya Ilmiah Pendidikan, 2(01).
Puspitawati, H. (2015). Pengenalan konsep gender, kesetaraan dan keadilan gender. Makalah yang disajikan pada Rapat Koordinasi Kesetaraan Gender se Wilayah, 1.
Ridwan, M., Suhar, A. M., Ulum, B., & Muhammad, F. (2021). Pentingnya penerapan literature review pada penelitian ilmiah. Jurnal Masohi, 2(1), 42-51.
Sembiring, A., Yunita, S., Matanari, D., Sinaga, P., & Munthe, Y. (2024). Rekonstruksi Identitas Gender dalam Masyarakat Multikultural. Public Service and Governance Journal, 5(2), 129-137.
Siregar, R. (2017). Sosial Budaya Dalam Konseling Multikultural. Hikmah, 11(2), 251-270.
Umami, D. A. N. (2022). Pengetahuan dan keterampilan guru bimbingan dan konseling mengenai konseling multibudaya di Indonesia. Edu Consilium: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, 3(1), 38-50.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Katalis Pendidikan : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Matematika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



