Implementasi Kebermanfaatan dalam Teori Utilitarianisme Melalui Pemidanaan Anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA)
DOI:
https://doi.org/10.62383/humif.v2i3.2091Keywords:
Juvenile Rehabilitation, LPKA, Restorative Justice, UtilitarianismAbstract
This study examines criminal responsibility in the context of utility through LPKA policy, motivated by the increasing involvement of children in deviant behavior that requires a humanistic approach to rehabilitation. Using a legal-normative method with a legal and theoretical approach, the study analyzes the implementation of Jeremy Bentham's utilitarianism in the child rehabilitation system. The results indicate that LPKA has adopted the principle of utilitarianism through a paradigm shift from retributive to restorative, reflected in comprehensive rehabilitation programs encompassing education, skills training, and psychosocial support. However, optimal implementation is hindered by resource constraints and an inadequate evaluation system. The study recommends the development of a sustainable evaluation mechanism that includes long-term indicators to measure effectiveness in accordance with utilitarianism principles.
References
Aprilianda, N. (2020). Pidana pelatihan kerja pengganti denda yang berkemanfaatan dalam perspektif perlindungan anak. Rechtsidee, 15(1), 57–71. https://doi.org/10.21107/ri.v15i1.6890.g4604
Eleanora, F. N., Ismail, Z., Ahmad, & Lestari, M. P. (2021). Buku ajar hukum perlindungan anak dan perempuan (Edisi pertama). Malang: Mazda Media.
Lubis, M. R., & Putra, P. S. (2021). Pemidanaan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum. USM Law Review, 4(1), 226–241. http://dx.doi.org/10.26623/julr.v4i1.3354
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2023, Agustus 3). Putusan PT Surabaya Nomor 20/Pid.Sus Anak/2023/PT Sby.
Muhaimin. (2020). Metode penelitian hukum (Vol. 1). Mataram: Mataram University Press.
Muhammad, A. (2004). Hukum dan penelitian hukum (Vol. 1). Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.
Muksin, M. R. S. (2023). Tujuan pemidanaan dalam pembaharuan hukum pidana Indonesia. Sapientia Et Virtus, 8(1), 231–232. https://doi.org/10.37477/sev.v8i1.465
Pangestika, A. W., & Nurwati, N. (2020). Fungsi lembaga pembinaan khusus anak dalam melaksanakan program pembinaan berbasis budi pekerti pada anak didik pemasyarakatan. Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi, 4(2), 99–116.
Pramesti, T. (2016, Februari 16). Pendidikan bagi anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). HukumOnline.com. https://www.hukumonline.com/klinik/a/pendidikan-bagi-anak-di-lembaga-pembinaan-khusus-anak-lpka-lt56bd545ec1d07/
Pratiwi, E., Negoro, T., & Haykal, H. (2022). Teori utilitarianisme Jeremy Bentham: Tujuan hukum atau metode pengujian produk hukum? Jurnal Konstitusi, 19(2), 270. https://doi.org/10.31078/jk1922
Sarwirini. (2011). Kenakalan anak (juvenile deliquency): Kausalitas dan upaya penanggulangannya. Perspektif, 16(4), 244–251. https://doi.org/10.30742/perspektif.v16i4.87
Situmeang, S. M. T. (2021). Buku ajar kriminologi (Edisi pertama). Depok: Rajawali Buana Pustaka.
Taufik, A. D., Wahyuni, F., & Gunawan, H. (2024). Analisis sejarah dan perkembangan teori utilitarianisme terhadap hukum Indonesia. Yurisprudentia: Jurnal Hukum Ekonomi, 10(1), 91. https://doi.org/10.24952/yurisprudentia.v10i1.11107
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.
Wardiansyah, J. A., & Nurjannah. (2022). Peran Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) dalam pengembangan karier anak. Al-Isyraq, 5(1), 29–38.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Hukum Inovatif : Jurnal Ilmu Hukum Sosial dan Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



