Tinjauan Yuridis terhadap Sengketa Wakaf dalam Praktik Peradilan Agama
DOI:
https://doi.org/10.62383/humif.v2i2.1514Keywords:
Dispute, Judicial Decision, Normative Juridical, Religious Courts, WaqfAbstract
Waqf is a significant instrument in Islamic teachings that functions not only as a form of worship but also plays a strategic role in enhancing the social and economic welfare of society. However, in practice, waqf often faces various legal challenges, such as the validity of the waqf declaration, the appointment of nazhir (waqf managers), and conflicts between heirs and beneficiaries. This study aims to provide a comprehensive understanding of the strategic position of waqf, analyze the root causes of legal issues that arise in its management, and evaluate the role of the Religious Courts in resolving waqf disputes fairly. The research method used is normative juridical, with a literature review approach focusing on Law Number 41 of 2004 concerning Waqf and various relevant legal sources. The findings reveal that waqf disputes commonly involve issues of legality, asset exchange or sale, and the annulment of waqf declarations. The study also identifies disparities in judicial decisions, influenced by differences in the judges’ educational backgrounds and legal approaches. Therefore, there is a need to strengthen national jurisprudence as a reference in waqf-related cases, provide training for nazhir to enhance professionalism, improve the capacity of judges in Religious Courts, and promote legal education among the public. These efforts are expected to create a more just, consistent, and effective dispute resolution system, thereby supporting the productive and sustainable management of waqf assets.
References
Abdul Mujieb, M. (2002). Kamus istilah fiqh. Jakarta: Pustaka Firdauz.
Abdurrahman. (1994). Masalah perwakafan tanah milik dan kedudukan tanah wakaf di negara kita. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.
Amriani, N. (2012). Mediasi: Alternatif penyelesaian sengketa perdata di pengadilan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Damayanti, M. R. (2021). Penerapan prosedur mediasi dalam penyelesaian sengketa wakaf di Pengadilan Agama. Jurnal Analisis Hukum, 4(2), 1–10.
Harahap, M. Y. (1990). Kedudukan, kewenangan dan acara Peradilan Agama. Jakarta: PT. Sarana Bakti Semesta.
Hazami, B. (2016). Peran dan aplikasi wakaf dalam mewujudkan kesejahteraan umat di Indonesia. Analisis, 16(1), 15–28.
Hidayah, N. (2022). Tinjauan hukum Islam terhadap penerapan jangka waktu wakaf menurut Pasal 6 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004. Jurnal Hukum Politik dan Ilmu Sosial (JHPIS), 1(1), 55–65.
Hidayat, M. R., Ahmad, M., & Rizky, D. A. (2019). Penyelesaian sengketa wakaf melalui jalur litigasi dan non-litigasi. Al-Adl, 11(2), 220–234.
Marzuki, A. S. (2025). Diferensiasi keputusan hakim dalam penyelesaian sengketa wakaf: Studi kasus pada enam putusan Pengadilan Agama di Indonesia. Tahkim, 8(1), 45–60.
Nisa, K., Ahmad, N., & Maulana, A. (2024). Analisis penyelesaian sengketa wakaf dalam perspektif hukum Peradilan Agama di Indonesia. Al-Hukmu, 3(2), 130–142.
Pemberdayaan Wakaf Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama. (2006). Paradigma baru wakaf di Indonesia. Jakarta: Direktorat Pemberdayaan Wakaf Direktorat Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama.
Pulungan, S. (2020). Analisis komparatif putusan Pengadilan Agama Surakarta dan Pengadilan Tinggi Agama Semarang dalam sengketa wakaf (Skripsi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).
Rahmi, D. (2013). Ruang lingkup kewenangan Peradilan Agama dalam mengadili sengketa ekonomi syariah. Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran, 13(2), 223–236.
Sabiq, S. (2006). Fiqih sunnah. Jakarta: Pena Pundi Aksara.
Suprianto, A. (2022). Analisa hukum mediasi sengketa wakaf dalam putusan perkara No. 474/Pdt.G/2020/PA.GS di Pengadilan Agama Gresik. Jurisy, 2(2), 187–198.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Hukum Inovatif : Jurnal Ilmu Hukum Sosial dan Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



