Tingginya Uang Hantaran terhadap Penundaan Perkawinan di Desa Aek Nabara Jae Kec Aek Nabara Barumun Kab Padang Lawas

Authors

  • Etti Uliana Hasibuan Universitas Islam Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.62383/humif.v2i3.1758

Keywords:

Islamic Law, Money Delivery, Postponement of Marriage

Abstract

Remittance money is a number of cost contributions given from the groom-to-be to the prospective in-laws to meet the needs of the wedding. The tradition of money delivery in the culture of the Mandailing Angkola community, especially in Aek Nabara Jae Village, is a symbol of the bride-to-be's seriousness towards the woman. However, in practice, this tradition often causes problems when the nominal amount set exceeds the reasonable limit. Too high a dowry has caused many couples, especially from the lower middle economic class, to be forced to postpone their marriage. This research aims to examine the implementation and determination of remittances in local wedding customs, as well as how Islamic law views these conditions. This study uses a qualitative-descriptive method through field observation and interviews. The results of the study showed that the determination of remittance money was influenced by education level, social status, and the intervention of extended families. In the view of Islamic law, the determination of the dowry that burdens and hinders marriage is contrary to the principle of convenience and benefit in muamalah.

References

Abbas, A. S. (2004). Qawaid fiqhiyyah dalam perspektif Islam. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya.

Abdurrahman. (1995). Kompilasi hukum Islam di Indonesia. Jakarta: Akademika Pressindo.

Ahmad, A. M. A. G. (2005). Pengurusan harta. Kuala Lumpur: Pustaka Syuhada.

Al-Fauzan, S. (2005). Fiqih sehari-hari (A. H. Al-Kattani et al., Terj.). Jakarta: Gema Insani Press.

Ali, A. M. D. (2005). Pendidikan agama Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

As-Subki, A. Y. (2012). Fiqh keluarga. Jakarta: Amzah.

Beni Ahmad Saebani. (2003). Fiqh munakahat. Bandung: Pustaka Setia.

Chaerul, U. (1998). Ushul fiqh. Bandung: Pustaka Setia.

Departemen Agama RI. (2014). Al-Qur’an dan terjemah. Bandung: Diponegoro.

Dlori, M. M. (2005). Dicintai suami (istri) sampai mati. Yogyakarta: Katahati.

Effendi, S., & Zein, M. (2008). Ushul fiqh. Jakarta: Prenada Media Group.

Effendi, S., & Zein, M. (2019). Ushul fiqih. Jakarta: Prenada Media Group.

Ghaffar, A. M. A. (2005). Pengurusan harta. Kuala Lumpur: Pustaka Syuhada.

Gunarsa, S. (1986). Psikologi untuk keluarga. Jakarta: Gunung Mulia.

Hasan, B. (1996). Merawat cinta kasih. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hurlock, E. B. (1980). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Hurlock, E. B. (1999). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Jalaluddin Abd Rahman al-Suyutiy. (2008). Al-Sybah wa al-nazair fil al-furu’. Surabaya: Haramain.

Kamal, M. (1993). Asas-asas hukum. Jakarta: Bulan Bintang.

Khallaf, A. W. (1994). Ilmu ushul fiqh. Semarang: Toha Putra Group.

Kustini. (2011). Keluarga harmoni dalam perspektif berbagai komunitas agama di Indonesia. Jakarta: Puslitbang Kehidupan Keagamaan.

Moelong, L. J. (2006). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nada, A. A. (2017). Kode etik. Jakarta Timur: Kiswah.

Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa.

Qaimi, A. (2002). Menggapai langit masa depan anak. Bogor: Cahaya.

Raihanah, A. (1992). Peruntukan keuangan bagi wanita Islam dalam Akta Undang-Undang Keluarga Islam, Wilayah Persekutuan 1984. Jurnal Syariah, 1(6), Juli.

Rofiq, A. (2013). Hukum perdata Islam di Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sabiq, S. (2011). Fiqih sunnah (Jilid 3). Jakarta: Cempaka Putih.

Sarwono, S. W. (1982). Menuju keluarga bahagia. Jakarta: Bathara Karya Aksara.

Setia, S. A., & Aminuddin. (n.d.). Fiqh munakahat (Jilid I). Bandung: Pustaka Setia.

Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, kesan dan keserasian al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati.

Soekarto, S. (1986). Pengantar penelitian hukum. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Soekarto, S. (2002). Hukum adat Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Syarifuddin, A. (2006). Hukum perkawinan Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana.

T. Jafizham. (2010). Persentuhan hukum di Indonesia dengan hukum perkawinan Islam. Jakarta: Mestika.

Downloads

Published

2025-05-30

How to Cite

Etti Uliana Hasibuan. (2025). Tingginya Uang Hantaran terhadap Penundaan Perkawinan di Desa Aek Nabara Jae Kec Aek Nabara Barumun Kab Padang Lawas. Hukum Inovatif : Jurnal Ilmu Hukum Sosial Dan Humaniora, 2(3), 09–34. https://doi.org/10.62383/humif.v2i3.1758

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.