Wewenang Pemerintah dalam Perlindungan Hukum bagi Orang atau Badan yang Menyelenggarakan Pembangunan Perumahan dalam Undang- Undang Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman

Authors

  • Muhammad Muhammad Universitas Dr. Soetomo
  • Bahrul Amiq Universitas Dr. Soetomo
  • M. Yustino Aribawa Universitas Dr. Soetomo

DOI:

https://doi.org/10.62383/humif.v2i1.1343

Keywords:

government authority, legal protection, housing, residential areas

Abstract

This research is based on the ambiguity of street naming norms in statutory regulations, this causes the legality of street naming in the Mojokerto city government area to be questioned. Based on this description, the author formulates the problem formulation as follows: (1) What is the authority of the Mojokerto City Government in naming roads? (2) What is the legality of naming roads belonging to the Mojokerto city government?This research uses a normative juridical research type with a statutory approach, a historical approach and a conceptual approach using primary legal materials and secondary legal materials.The research results from this thesis show that the Mojokerto City Government does not have direct authority to name roads in its area. There is a lack of normative legal regulations in regulating transitional conditions in the naming of landforms, especially roads. The legality of naming roads belonging to the Mojokerto city government can be questioned due to the absence of statutory norms that order local governments to form legal products related to street naming.

References

Amiq, B. (2020). Karakteristik pertanggungjawaban kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah menurut sistem pemerintahan presidensial. Jurnal Hukum & Pembangunan, 50(4), 14. https://doi.org/10.21143/jhp.vol50.no4.2939

Asshiddiqie, J., & Safa’at, A. (2012). Teori Hans Kelsen tentang hukum (hlm. 100–101). Konstitusi Press.

Atmosudirjo, P. (1966). Hukum administrasi negara. Gralia Indonesia.

Badan Informasi Geospasial Republik Indonesia. (2023). Laporan pemantauan dan evaluasi teknis penyelenggaraan nama rupabumi di Kota Mojokerto, Provinsi Jawa Timur tahun 2023.

Badan Pusat Statistik Republik Indonesia. (2024, Februari 29). Panjang jalan menurut tingkat kewenangan (km), 2020-2022 - BPS.

Hadjon, P. (1997). Tentang wewenang. Jurnal Pro Justisia, 12(5-6), 1.

Hijaz, K. (2010). Efektifitas penyelenggaraan kewenangan dalam sistem pemerintahan daerah di Indonesia (hlm. 35). Pustaka Refleksi.

HR, R. (2018). Hukum administrasi negara (14 ed., hlm. 104–105). Rajawali Press.

HS, S., & Nurbani, E. (2013). Penerapan teori hukum pada penelitian tesis dan disertasi (hlm. 36). PT Raja Grafindo Persada.

Ibrahim, A. (2008). Legislasi dalam perspektif demokrasi: Interaksi politik dan hukum dalam proses pembentukan peraturan daerah di Jawa Timur (hlm. 114). Program Doktor Ilmu Hukum Undip.

Kantaprawira, R. (1998). Makalah hukum dan kekuasaan (hlm. 5). Universitas Islam Indonesia.

Marwiyah, S. (2017). Integrasi uji materi di Mahkamah Konstitusi dapat mencegah penyalahgunaan wewenang. Prosiding Konferensi Nasional Hukum Tata Negara, 4, 1102–1115.

Sugono, D. (2008). Kamus Bahasa Indonesia (hlm. 543). Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

Wahyono, P. (1992). Sistem hukum nasional dalam negara hukum Pancasila (hlm. 2–3). CV Rajawali.

Downloads

Published

2025-01-31

How to Cite

Muhammad Muhammad, Bahrul Amiq, & M. Yustino Aribawa. (2025). Wewenang Pemerintah dalam Perlindungan Hukum bagi Orang atau Badan yang Menyelenggarakan Pembangunan Perumahan dalam Undang- Undang Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. Hukum Inovatif : Jurnal Ilmu Hukum Sosial Dan Humaniora, 2(1), 336–351. https://doi.org/10.62383/humif.v2i1.1343

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.