Hubungan Pengetahuan dan Sikap Dengan Kepemilikan Jamban di Desa Silale Kecamatan Nusaniwe

Authors

  • Friska Senda Tehupurung STIKes Maluku Husada
  • Sunik Cahyawati STIKes Maluku Husada
  • Herlien Sinay STIKes Maluku Husada
  • Herlien Sinay STIKes Maluku Husada
  • Edi Sugiarto STIKes Maluku Husada

DOI:

https://doi.org/10.62383/vimed.v1i4.1433

Keywords:

Atine Use, Knowlodge, Attitudes latrine Ownership

Abstract

According to Letementira (2020), a latrine is a safe and comfortable place for defecation or the disposal of feces, designed to prevent contamination of water bodies and avoid unpleasant odors. The World Health Organization (WHO) reported in 2019 that globally, 892 million people still practice open defecation. The Indonesian Ministry of Health's website reveals that, as of January 2020, there are still 8.6 million households in the country where family members practice open defecation (Ministry of the Republic of Indonesia, 2020). This research aims to determine the relationship between knowledge, attitudes, and latrine ownership in Silale Village, Nusaniwe Subdistrict. The total population of the village, consisting of 75 respondents, was used as the sample for this study, and total sampling was applied. The research instruments included questionnaires, and data analysis was conducted using SPSS software with a chi-square test for statistical analysis. The results showed a significant relationship between knowledge, attitudes, and latrine ownership, with a p-value of 0.000. This indicates that both knowledge and attitude are closely related to the ownership of latrines in the study area. These findings suggest that improving public knowledge and attitudes toward sanitation practices could play a crucial role in promoting latrine ownership and ultimately reducing open defecation practices in Silale Village.

References

Apriyanti, (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan jamban keluarga di Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 14(1), Januari 2019.

Darsana, I. N., dkk. (2014). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban keluarga di Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli tahun 2012. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 4(2), 124–143.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Riset Kesehatan Dasar Republik Indonesia. Jakarta.

Dwi, A. F., & Joko, M. S. (2020). Analisis hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang jamban sehat terhadap kepemilikan jamban sehat di Desa Pesodongan, Kecamatan Kalimatan, Kabupaten Wonosobo. Kesehatan Lingkungan Politeknik Banjarnegara, 6(2), 14–21.

Dyah, S., Sony, H., Suyitno, & Sunarti. (2020). Kepemilikan jamban sehat di masyarakat Desa Bijai, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna. Jurnal Dunia Kesmas, 9(3), 346–354.

Gabdha, S. P., & Selviana. (2017). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban sehat di Desa Empakan, Kecamatan Kayan Hulu. Kesehatan Masyarakat Khatulistiwa, 4(3), 239–243.

Ibrahim, I., Nuraeni, D., & Ashar, T. (2012). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan jamban di Desa Pintu Langit Jae.

Kamria, dkk. (2013). Faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat terhadap pemanfaatan jamban keluarga di Desa Bontotallasa, Dusun Makuring, Kabupaten Maros. Volume 3, Nomor 1, Tahun 2013, 99–102.

Nikmatur, R., & Fariani, S. (2017). Hubungan kebiasaan cuci tangan dan penggunaan jamban sehat dengan kejadian diare balita. Departemen Epidemiologi FKM UD, 3(1), 96–106.

Notoatmodjo, S. (2012). Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-Prinsip Dasar. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta.

Notoatmodjo, S. (2014). Metodologi penelitian kesehatan. PT. Gramedia Pustaka. Jakarta.

Novianti, A. (2017). Hubungan karakteristik individu dengan kepemilikan jamban sehat keluarga di Desa Aek Goti, Kecamatan Silangkitang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan tahun 2017. Skripsi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara Medan.

Permenkes. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Jakarta.

Siti, M., Joko, M. S., & Bayu, S. (2023). Gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat tentang kesehatan di RW 07, Desa Pangempon, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga. Kesehatan Lingkungan Politeknik Banjarnegara, 9(2), 101–106.

Sonia, F., Fajrina, H., & La Ode, R. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban sehat di Desa Kerta Dewa, Kabupaten Musi Rawas Utara, Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Kesmas Jambi, 7(2), 90–100.

UNICEF. (2017). Progress on drinking water, sanitation, and hygiene: 2017 update and SDG baselines. https://www.unicef.org/publications/files/Progress_on_Drinking_Water_Sanitation_and_Hygiene_2017.pdf [Accessed May 10, 2024].

Widyastutik, O. (2016). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban sehat di Desa Malikian, Kalimantan Barat. Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Pontianak.

Downloads

Published

2024-10-31

How to Cite

Friska Senda Tehupurung, Sunik Cahyawati, Herlien Sinay, Herlien Sinay, & Edi Sugiarto. (2024). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Dengan Kepemilikan Jamban di Desa Silale Kecamatan Nusaniwe. Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran, 1(4), 261–269. https://doi.org/10.62383/vimed.v1i4.1433

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.