Membangun Budaya Organisasi Positif: Manajemen Lingkungan Internal Sekolah
DOI:
https://doi.org/10.62383/hardik.v2i1.948Keywords:
Culture, Educational, Leadership, Management, OrganizationalAbstract
This article examines the importance of building a good organizational culture within school internal administration framework. It aims to investigate efficient methods for building and maintaining an organizational culture that supports student and educator growth. Through an in-depth literature review, several key elements are identified, including visionary leadership, shared vision-mission formulation, and staff empowerment. The article emphasizes the importance of creating a cooperative work environment to foster innovation and creativity. Key aspects examined include learning-supportive physical space design, positive psychological atmosphere creation, reward systems, and conflict management strategies. The research also discusses main obstacles such as resistance to change and generational differences, while presenting practical solutions to address them. In conclusion, building a good organizational culture is an ongoing effort requiring dedication from all parties involved. This research provides important perspectives for education practitioners and policymakers in improving overall educational standards.
References
Armanila. (2022). Peran desain interior dalam menunjang kenyamanan belajar anak di Raudhatul Athfal BI Al-Nazhar. AsSibyan Jurnal. Under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International.
Faidy, A. B., & Arsana, I. M. (2014). Hubungan pemberian reward dan punishment dengan motivasi belajar pendidikan kewarganegaraan siswa kelas XI. Kajian Moral dan Kewarganegaraan.
Harjali. (2019). Penataan lingkungan belajar: Strategi untuk guru dan sekolah. CV, Seribu Bintang.
Herwan, et al. (2009). Manajemen perubahan organisasional. Universitas Sebelas Maret.
Imam Gunawan, & Djum Djum Noor Benty. (2017). Manajemen pendidikan. Alfabeta.
Marno, & Triyo Supriyanto. (2008). Manajemen dan kepemimpinan pendidikan Islam. Refika Aditama.
Moeheriono. (2014). Pengukuran kinerja berbasis kompetensi (Edisi Revisi). Rajawali.
Mulyasa, E. (2017). Manajemen berbasis sekolah: Konsep, strategi dan implementasi. PT. Remaja Rosdakarya.
Nasrudin, A. H., Unsa, F. F., Aini, F. N., Arifin, I., & Adha, M. A. (2021). Manajemen konflik dan cara penanganan konflik dalam organisasi sekolah. Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam.
Nur Aedi. (2016). Manajemen pendidikan dan tenaga kependidikan. Gosyen Publishing.
Putri, P. K. (2022). Manajemen konflik dan resolusi konflik: Sebuah pendekatan terhadap perdamaian. Papua Journal of Diplomacy and International Relations.
Rahmawati, et al. (2021). Hubungan antara kompetensi guru dan budaya sekolah dengan kinerja guru. Jurnal Idaarah, 5(1).
Rahmi, S. (2021). Komunikasi interpersonal dan hubungannya dalam konseling. Syiah Kuala University Press.
Sholeh, M. I. (2023). Pengakuan dan reward dalam manajemen SDM untuk meningkatkan motivasi guru. Competitive: Journal of Education.
Suheti, et al. (2024). Strategi mengatasi resistensi terhadap perubahan dalam dunia pendidikan: Tinjauan terhadap praktik manajemen. Taveij, 4(1), 1-15.
Usman, et al. (2006). Resistensi perubahan dan strategi mengatasi mutu pendidikan pada MAN 2 Kota Malang. Jurnal Inovasi Sosial, 1(1), 1-15.
Wahyudi. (2015). Manajemen konflik dalam organisasi. Alfabeta.
Wibowo. (2016). Budaya organisasi: Sebuah kebutuhan untuk meningkatkan kinerja jangka panjang. Rajawali Pers.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Harmoni Pendidikan : Jurnal Ilmu Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






