Masalah Pendidikan di Daerah Terpencil dan Relevansi dengan Desain Kurikulum

Authors

  • Dewi Rahmawati Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.62383/hardik.v2i4.2508

Keywords:

Contextual Curriculum, Curriculum Design, Educational Equity, Educational Problems, Remote Zona Education.

Abstract

Education in remote areas continues to face various problems that affect the quality and equity of learning outcomes. The lack of adequate facilities and infrastructure, the shortage of competent teachers, and limited access to learning resources are the main obstacles to implementing effective education in these regions. In addition, the national curriculum, which is uniform in nature, is often less relevant to the needs, potential, and local context of the community. This study aims to analyze educational problems in remote areas and their relevance to adaptive and contextual curriculum design. Using a literature review approach, the study shows that a curriculum aligned with local conditions can improve students’ learning motivation, develop regional potential, and strengthen life skills. Therefore, collaborative efforts among the government, educators, and the community are needed to design a curriculum that can effectively address educational challenges in remote areas in a sustainable manner.

References

Andhara, O., Mustiningsih, & Karimah, K. Z. (2020). Implementasi model dan desain kurikulum di Indonesia. Seminar Nasional Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, 229–236.

Ayuningtyas, I. (2021). Ketimpangan akses pendidikan di Kalimantan Timur. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(2), 117–129. https://doi.org/10.24832/jpnk.v6i2.2128

Azhariadi, Desmaniar, I., & Geni, Z. L. (2019). Pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di daerah terpencil. Jurnal INSYPRO (Information System and Processing), 121, 78–88. https://jurnal.univpgri-palembang.ac.id

Bahri, S. (2017). Pengembangan kurikulum dasar dan tujuannya. Jurnal Ilmiah Islam Futura, 11(1), 15. https://doi.org/10.22373/jiif.v11i1.61

Daulay, M. A., & P. D. H. H. P. (2022). Pemberdayaan pendidikan agama Islam di sekolah. Al-Urwatul Wutsqa, 2(1), 1–8.

Dewi, D. A. P., Syamsinar, T., Sagita, W. R., & Jeni, F. (2025). Tantangan profesionalisme guru di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar): Kajian literatur terhadap ketimpangan pendidikan. Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 3(4), 83–95.

Elisa. (2013). Pengertian, peranan, dan fungsi kurikulum (pp. 1–12). http://www.e-a.gr/axaia/articles/article.jsp?context=103&articleid=6501

Firdaus, F. A., & Husni, H. (2021). Desain kurikulum perguruan tinggi pesantren dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Tsamratul Fikri: Jurnal Studi Islam, 15(1), 83. https://doi.org/10.36667/tf.v15i1.703

Firdaus, K., & Ritonga, M. (2024). Peran teknologi dalam mengatasi krisis kesehatan. Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah, 9(1), 43–57. https://doi.org/10.34125/jkps.v9i1.303

Halim, A. (2024). Implementasi kebijakan pendidikan gratis di daerah terpencil: Tantangan dan dampaknya terhadap mutu pendidikan di Indonesia. EduFalah Journal, 1(1), 53–63. https://doi.org/10.71259/jg103t91

Handayani, D., Alperi, M., Rohiat, S., & Ginting, S. M. (2023). Pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran berbasis STEM bagi guru SDN 6 Desa Tapak Gedung. Jurnal Pengabdian Masyarakat Polmanbabel, 3(2), 57–63. https://doi.org/10.33504/dulang.v3i02.301

Hansen, H., & Anondho, B. (2019). Analisis faktor manajemen proyek dominan yang memengaruhi pelaksanaan proyek infrastruktur di daerah pedesaan. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil, 2(4), 229. https://doi.org/10.24912/jmts.v2i4.6304

Harahap, L. A. (2019). Konsep pembelajaran blended learning di sekolah dasar: Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di desa terpencil. Jurnal Ekonomi & Bisnis, 3(3), 940–944.

Kurniawan, A., Yanti, H., & Abdurrahman, A. (2023). Manajemen kurikulum Merdeka Belajar dalam menerapkan nilai-nilai kearifan lokal pada pembelajaran di SD Negeri 16 Meulaboh–Aceh Barat. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 8(4), 1927–1935. https://doi.org/10.29303/jipp.v8i4.1424

Siswanto, R. M. T., & I. (2015). Inovasi kurikulum dalam pengembangan pendidikan. Jurnal Edukasi, 1(9), 216–228. http://publications.lib.chalmers.se/records/fulltext/245180/245180.pdf

Tasya, N. A. (2025). Pengembangan kurikulum berbasis kontekstual untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di era Merdeka Belajar. Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 1(1), 44–54.

Widiyanti, D. A., Fauziah, A. S., Emalia, D., Lestari, A. T., & Adman. (2025). Merdeka Belajar di era digital: Analisis komparatif pendekatan KBK dan kurikulum adaptif. Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran, 2(4), 962–966. https://jurnal.kopusindo.com/index.php/jtpp/article/view/843

Yudha Maya Septiana, Solfema, & Lili Dasa Putri. (2024). Upaya dalam pemerataan pendidikan di daerah terpencil. Jurnal Kajian dan Penelitian Umum, 2(6), 162–169. https://doi.org/10.47861/jkpu-nalanda.v2i6.1446

Downloads

Published

2025-11-13

How to Cite

Dewi Rahmawati. (2025). Masalah Pendidikan di Daerah Terpencil dan Relevansi dengan Desain Kurikulum . Harmoni Pendidikan : Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(4), 324–333. https://doi.org/10.62383/hardik.v2i4.2508

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.