Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan: Dampak dan Strateginya di Indonesia

Authors

  • Raden Roro Maulidya Arifianti Ningtyas Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA
  • Sri Rahayu Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA
  • Ardhya Ridha Prananda Siagian Putri Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

DOI:

https://doi.org/10.62383/vimed.v3i1.2612

Keywords:

Educational Environment, Impact, Mental Health, Sexual Violence, Strategy

Abstract

Cases of sexual violence are rife in educational environments and generally happen to women. Ironically, 55% of sexual violence perpetrators are committed by teachers, in fact many cases are still unreported. Preventing sexual violence is a shared responsibility. This study aims to determine the conditions, impacts and strategies that can be used to prevent sexual violence. A qualitative analytical approach with secondary data in the form of interviews broadcast via the Narasi TV and YouTube websites (Crime Lab, COKRO TV, KAWANUATV MANADO, Tribun Health, UNPAR OFFICIAL) was used in this research. The impacts felt by victims of sexual violence include feeling afraid, embarrassed, depressed, traumatized and low self-esteem. Strategies that can be implemented include promoting social norms, implementing social emotional learning related to sexual violence, forming a task force, mentoring support in the form of counseling and medical services as well as parental supervision and assistance. Mutual cooperation and synergy need to be carried out together to create a school environment that is safe and comfortable for students and free from sexual violence.

References

Anindya, A., Dewi, Y. I. S., & Oentari, Z. D. (2020). Dampak psikologis dan upaya penanggulangan kekerasan seksual terhadap perempuan. Terapan Informatika Nusantara, 1(3), 137–140. http://ejurnal.seminar-id.com/index.php/tin/article/view/394

Elindawati, R. (2021). Perspektif feminis dalam kasus perempuan sebagai korban kekerasan seksual di perguruan tinggi. Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama, 15(2), 181–193. https://doi.org/10.46339/al-wardah.xx.xxx

Farahi, N., & McEachern, M. (2021). Sexual assault of women. American Family Physician, 103(3). https://www.aafp.org/afp/2021/0201/p168-s1.html

Fitriyanti, E., & Suharyati, H. (2023). Pelecehan seksual fisik di perguruan tinggi: Tinjauan terhadap faktor penyebab, dampak, dan strategi kebijakan sebagai upaya pencegahan. Sosio E-Kons, 15(2), 178. https://doi.org/10.30998/sosioekons.v15i2.17531

Maria, L., Handian, F. I., & Rahmawati, P. Z. (2020). Anticipatory guidance orangtua untuk kekerasan seksual pada anak. Journal Nursing Care and Biomolecular, 5(1). https://core.ac.uk/reader/327216470

Monareh, H. (2021). Dampak dan mencegah pelecehan seksual menurut psikolog. KawanuaTV Manado. https://www.youtube.com/watch?v=xYW4MA81nLA

NA. (2021). Suara korban kekerasan seksual di kampus – Ringkus predator seksual kampus. Mata Najwa Narasi TV. https://narasi.tv/video/mata-najwa/suara-korban-kekerasan-seksual-di-kampus

Nabila, H. (2022). Pengakuan korban pelecehan seksual oleh oknum guru. Crime Lab. https://www.youtube.com/watch?v=FTH2kvFxHuw

Noviana, I. (2015). Kekerasan seksual terhadap anak: Dampak dan penanganannya. Sosio Informa, 1(1), 13–28. http://indonesia.ucanews.com

Nurchahyati, E. V., & Legowo, M. (2022). Peran keluarga dalam meminimalisir tingkat kekerasan seksual pada anak. Jurnal Hawa: Studi Pengarusutamaan Gender dan Anak, 4(1), 22–30. https://www.researchgate.net/publication/340663147_Peran_Parenting_dalam_Meningkatkan_Literasi_Kesehatan_Ibu_terhadap_Stunting_di_Bangkalan_Madura

Nurtjahyo, L. I., Shanti, T. I., Noer, K. U., Damaiyanti, V. P., Wulandari, W., Buana, M. S., Puspita, S. S., & Rosvianti, R. (2022). Membongkar kekerasan seksual di perguruan tinggi: Pemikiran awal. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. https://books.google.co.id/books?id=EDqdEAAAQBAJ

Pandor, P., Damang, M., Syukur, R., Studi Filsafat, P., & Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana. (2023). Kekerasan seksual di lingkungan kampus (Relasi aku dan liyan). Jurnal Filsafat Indonesia, 6. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JFI/article/view/42178/26171

Prasetyo, A. S. (2022). Webinar pencegahan dan penanganan kekerasan seksual – PEKA 2022. Unpar Official. https://www.youtube.com/watch?v=H7wIq7POd6k

Setiawan, A. (2021). Bagaimana dampak kekerasan seksual anak secara fisik dan psikis? Tribun Health. https://www.youtube.com/watch?v=JrNzIjWShtQ

Sibarani, R. (2021). Dugaan pelecehan seksual UNRI, mahasiswi dituntut cemarkan nama baik. Mata Najwa Narasi TV. https://www.youtube.com/watch?v=SN8eVFWotFg

Simanjuntak, E. G., & Isbah, M. F. (2022). “The New Oasis”: Implementasi Permendikbud tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi. Jurnal Analisa Sosiologi, 11(3), 537–555. https://pdfs.semanticscholar.org/f670/bce28007869973d117ec737e05be961eb370.pdf

Sopyandi, & Sujarwo. (2023). Kekerasan seksual di lingkungan pendidikan dan pencegahannya. Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS), 15(1), 19–25. https://www.semanticscholar.org/paper/Kekerasan-Seksual-di-Lingkungan-Pendidikan-dan-Sopyandi-Sujarwo/f9b0d7278c4590fc5018f9315f1a4ae5079996f8

X. (2022). Pengakuan korban kebiadaban Julianto Eka Putra, pendiri sekolah SPI Malang. Cokro TV. https://www.youtube.com/watch?v=WNtUz8USInI

Zuhra, W. U. N., & Adam, A. (2019, April 23). Testimoni kekerasan seksual: 174 penyintas, 79 kampus, 29 kota. PT Tirta Adi Surya. https://tirto.id/testimoni-kekerasan-seksual-174-penyintas-79-kampus-29-kota-dmTW

Rizal, J. G., & Kurniawan, R. F. (2021, December 7). Kasus bunuh diri NW dan alarm darurat kekerasan seksual di Indonesia. Kompas.com. https://www.kompas.com/tren/read/2021/12/07/150000165/kasus-bunuh-diri-nw-dan-alarm-darurat-kekerasan-seksual-di-indonesia

Chaterine, R. N., & Meilana, D. (2021, December 10). Data Komnas Perempuan, pesantren urutan kedua lingkungan pendidikan dengan kasus kekerasan seksual. Kompas.com. https://nasional.kompas.com/read/2021/12/10/17182821/data-komnas-perempuan-pesantren-urutan-kedua-lingkungan-pendidikan-dengan

Biro Hukum dan Humas KPPPA. (2021, December 28). Rilis data SPHPN tahun 2021, Menteri PPPA: Tidak boleh ada satupun perempuan yang alami kekerasan. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. https://kemenpppa.go.id/index.php/page/read/29/3609/rilis-data-sphpn-tahun-2021-menteri-pppa-tidak-boleh-ada-satupun-perempuan-yang-alami-kekerasan

Naibaho, R. (2023, March 7). Komnas Perempuan paparkan data kasus kekerasan terhadap perempuan selama 2022. Detiknews. https://news.detik.com/berita/d-6605199/komnas-perempuan-paparkan-data-kasus-kekerasan-terhadap-perempuan-selama-2022

Widadio, N. A. (2023, March 27). Diperkosa lalu diminta keluar dari sekolah: Remaja perempuan yang alami kehamilan tidak diinginkan “menjadi korban dua kali”. BBC News Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/articles/cqleqx5p18wo

Downloads

Published

2025-12-04

How to Cite

Raden Roro Maulidya Arifianti Ningtyas, Sri Rahayu, & Ardhya Ridha Prananda Siagian Putri. (2025). Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan: Dampak dan Strateginya di Indonesia . Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran, 3(1), 130–141. https://doi.org/10.62383/vimed.v3i1.2612

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.