Prevalensi dan Faktor Risiko Infeksi Parasit Usus Non-STH, Khususnya Enterobius Vermicularis, pada Anak Usia 1-5 Tahun di Kota Kupang
DOI:
https://doi.org/10.62383/ikg.v2i4.2381Keywords:
Children, Enterobius Vermicularis, Kupang City, Non-STH, Risk FactorsAbstract
Intestinal parasitic infections caused by non-Soil Transmitted Helminths (non-STH), particularly Enterobius vermicularis, remain a public health problem in developing countries, including Indonesia. Transmission does not require soil as a medium but occurs through direct contact, autoinfection, or unclean household environments. In children, infection may cause perianal itching, sleep disturbances, loss of appetite, and secondary infections due to scratching, which can affect nutritional status, sleep quality, and overall growth and development. This study was conducted in Kupang City, an endemic area of helminthiasis, to determine the prevalence and risk factors of E. vermicularis infection among children aged 1–5 years. A cross-sectional design with total sampling was applied to 30 children living in RT 008/RW 003, Penfui Timur Village, Kupang Tengah District, from February to May 2025. Risk factor data were collected using structured questionnaires covering personal hygiene, environmental sanitation, socioeconomic status, and parental education. Infection was identified using the scotch tape technique and microscopic examination. The results showed a prevalence of 7% (2 out of 30 children), mainly among boys aged ≥4 years, with poor personal hygiene, inadequate sanitation, low economic status, and parental education at elementary school level or below. In conclusion, enterobiasis in children is influenced by a combination of behavioral, environmental, and socioeconomic factors. Prevention should not rely solely on mass deworming programs but also require continuous health education for parents, improved hygiene practices, and household sanitation.
References
Ambesa, B. C. (2024). Gambaran kasus dan faktor risiko infeksi Enterobius vermicularis pada anak-anak usia 3-9 tahun yang tinggal di wilayah pesisir pantai Lasiana Kota Kupang. Karya Tulis Ilmiah. Poltekkes Kemenkes Kupang.
Agustin, S. S., Rusjdi, S. R., & Desmawati, D. (2018). Hubungan personal hygiene dengan kejadian enterobiasis pada anak panti asuhan di wilayah kerja Puskesmas Rawang. Jurnal Kesehatan Andalas, 6(3), 668. https://doi.org/10.25077/jka.v6i3.755
Al-shadood, H. A. S. (2015). Study the association between Enterobius vermicularis infection and enuresis among children in Al-Najaf city Enterobius vermicularis, 14(1). https://doi.org/10.1007/978-3-642-27769-6_1064-2
Bedah, S., Harun, S., & Filmi, Y. A. (2020). Hubungan perilaku kebersihan diri pada anak yang terinfeksi Enterobius vermicularis di Sekolah Dasar Negeri Rancasari Desa Rancamanggung Kecamatan Tanjungsiang Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat. Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan, 6(2), 212-220. https://doi.org/10.37012/anakes.v6i2.375
Bedah, S., & Syafitri, A. (2019). Infeksi kecacingan pada anak usia 8-14 tahun di RW 007 Tanjung Lengkong Kelurahan Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 10(1), 20-31. https://doi.org/10.37012/jik.v10i1.13
Bria, M., & Kale, M. J. (2022). Penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat menuju bebas kecacingan di Sekolah Dasar Desa Bone Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN), 3(1), 369-374.
Djadi, F. N. N. (2021). Identifikasi telur cacing Enterobius vermicularis pada anak usia 2-5 tahun di Desa Raemadia Kecamatan Sabu Raijua. Karya Tulis Ilmiah. Poltekkes Kemenkes Kupang.
Efendi, S., Syahrizal, S., & Berliana Dara Safitri. (2024). Penatalaksanaan enterobiosis pada anak melalui pendekatan kedokteran keluarga. ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains Dan Teknologi, 3(2), 96-103. https://doi.org/10.55123/abdikan.v3i2.3492
Febriantika, F., Tamara, C. V., & Suharsih, S. (2023). Gambaran telur cacing Enterobius vermicularis pada anak usia 3 - 6 tahun di Pasar 11 Desa Bandar Khalipah Tahun 2020. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(2), 767-774. http://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/383
Ferlianti, R., Donanti, E., & Hardjanti, A. (2019). Pemeriksaan anal swab berulang untuk meningkatkan keakuratan diagnosis Oxyuris vermicularis pada anak-anak di Kelurahan Tanah Tinggi, Johar Baru. Jurnal Kedokteran YARSI, 27(2), 084-089. https://doi.org/10.33476/jky.v27i2.1120
Ghullam. (2023). Gambaran Enterobius vermicularis (cacing kremi) pada feses anak di Desa Jatirejo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang (Vol. 5). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK558907/
Harefa, A., Fauzi, T. M., & Jamnasi, J. (2019). Hubungan personal hygiene dengan kejadian enterobius abadi di wilayah kerja Puskesmas Bestari Medan. Jurnal Kedokteran Methodist, 12(2), 14-18.
Hayati, L., Panghiyangani, R., & Rosida, L. (2018). Gambaran tingkat pengetahuan orang tua siswa SLB Darma Praja Banjarmasin tentang gejala dan penularan infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis). Jurnal Berkala Kesehatan, 3(2), 93. https://doi.org/10.20527/jbk.v3i2.5074
Indriatno. (2023). Hubungan kebiasaan cuci tangan dengan kejadian enterobiasis. https://repository.unissula.ac.id/32371/2/30101800015_fullpdf.pdf
Irawati, O. (2021). Infeksi cacing nematoda usus pada anak sekolah kelas 1 dan 2 Yayasan Raudathul Jannah SD Swasta Penraujan Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Skripsi, 1-52. https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/16204
Kause, E. Y., Kresna, W., Setiono, A. S., & Telussa. (2020). Hubungan kebiasaan mencuci tangan dan anak sekolah dasar di Desa Lifuleo. Cendana Medical Journal, 19(1), 131-137. http://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/3357
Lalangpuling, I. E., M Pinontoan, S. P., & S Masa, J. V. (2022). Gambaran PHBS dan identifikasi telur cacing Enterobius vermicularis pada balita di Desa Wori Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Seminar Nasional Dies Natalies Ke XXI Poltekkes Kemenkes Manado, 544-557. https://ejurnal.poltekkesmanado.ac.id/index.php/eprosiding2022/article/view/1744
Lalangpuling, I. E., Manengal, P. O., & Konoralma, K. (2020). Personal hygiene dan infeksi cacing Enterobius vermicularis pada anak usia pra sekolah. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10(1), 29-32. https://doi.org/10.47718/jkl.v10i1.891
Ludji, A. S. (2021). Gambaran infeksi Enterobius vermicularis pada anak usia 1-5 tahun di RW 006 Desa Nonbes Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang. Karya Tulis Ilmiah. Poltekkes Kemenkes Kupang.
Novianti, F. R. (2018). Deteksi kecacingan (Enterobius vermicularis) pada anak SDN Latsari 1 usia 7-10 tahun di Desa Latsari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendikia Medika Jombang, 1-66. http://repo.stikesicme-jbg.ac.id/1202/
Novriani, A. H., Diah Lestari, F., Diii, P., Kesehatan, A., Panrita, S., Bulukumba, H., Pendidikan, J., & Kabupaten Bulukumba, T. (2023). Gambaran telur cacing Oxyuris vermicularis pada anak di wilayah pesisir pantai Merpati Bulukumba. Jurnal Sains Dan Teknologi Laboratorium Medik, 9(1), 27-31. https://jurnal.akjp2.ac.id/index.php/jstlm/article/view/132
Nur, D. S. (2016). Identifikasi Enterobius vermicularis dengan metode swab anal pada anak usia 5-9 tahun. Karya Tulis Ilmiah Diana, 1-60.
Octasari. (2020). Identifikasi cacing kremi Enterobius vermicularis pada anak usia dibawah umur 10 tahun di Dusun Tegalrejo, Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang. 21(1), 1-9.
Prabowo, M. S., Damayanti, N. A., & Ferlianti, R. (2023). Hubungan angka enterobiasis pada anak dengan pengetahuan kebersihan orang tua di RT. 09/07 kelurahan Susukan Jakarta Timur. Junior Medical Journal, 1(5), 621-626. https://doi.org/10.33476/jmj.v1i5.3123
Putri, M. A., Nurrahma, I. M., & Ramadhani, D. (2020). Hubungan kebiasaan mencuci tangan dengan infeksi Enterobius vermicularis (cacing kremi) pada siswa SDN 4 Cempaka Banjarbaru. Jurnal ERGASTERIO, 07(2), 1-8.
Sabirin, M. S., Ustiawaty, J., Fitrianingsih, E., Aini, & Halid, I. (2019). Insiden Enterobius vermicularis pada anak usia 5-14 tahun di Dusun Loang Tuna Desa Bonjeruk Kecamatan Jonggat Lombok Tengah. Media of Medical Laboratory Science, 3(1), 2.
Sibuea, C. (2022). Penyuluhan penyakit kecacingan ascariasis kepada masyarakat Desa Namorambe Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 1-9. https://doi.org/10.51622/pengabdian.v3i1.428
Siti Husniah, & Zahara Fadilla. (2023). Gambaran infeksi telur cacing pada anak SD di Desa Karang Anyar Kecamatan Kemiri Kabupaten Tangerang. Jurnal Ventilator, 1(3), 302-309. https://doi.org/10.59680/ventilator.v1i3.782
Sumanto, D., Alfizena, M. S., & Kristini, T. D. (2021). Enterobiasis: Infeksi kecacingan penting pada balita. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia, 2(1), 26-36. https://doi.org/10.15294/jppkmi.v2i1.47560
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Inovasi Kesehatan Global

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



