Perbedaan Prinsip Profesi Guru BK dan Rekan Sejawat di SMP Negeri 1 Tanjung Balai

Authors

  • Tri Rizky Ramadhani Universitas Negeri Medan
  • Riwayati Octaria Pakpahan Universitas Negeri Medan
  • Dio Alpian Sitio Universitas Negeri Medan
  • Sekar Ayu Pratiwi Universitas Negeri Medan
  • Rizky Ananda Syafitri Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.62383/hardik.v1i4.848

Keywords:

Code of Ethics, BK Teachers, Guidance and Counseling, Professional Ethics, Confidentiality

Abstract

This study aims to identify and analyze ethical code violations among Guidance and Counseling (GC) teachers. The research employs a qualitative approach with a case study method, involving in-depth interviews with a GC teacher at SMP Negeri 1 Tanjung Balai. The results reveal several challenges in implementing the code of ethics, such as colleagues' lack of understanding about the role of GC teachers, difficulties in building cooperation with homeroom teachers and other subject teachers, and challenges in communicating with parents from diverse backgrounds. The study also highlights the importance of maintaining student information confidentiality and upholding professional boundaries in relationships with colleagues. These findings emphasize the need for more intensive professional ethics training for GC teachers and increased awareness of their crucial role within the broader school community.

References

Alya Maulid, & Muslimah. (2023). Tinjauan kepustakaan tentang kode etik profesi konselor. Change Think Jurnal, 2(2), 128-137.

Hasanah, U., & Wirawan, H. (2020). Kode etik profesi bimbingan dan konseling: Penerapan dalam praktik di sekolah. Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia, 11(2), 120-134. https://doi.org/10.15294/jbki.v11i2.38510

Jumrawarsi, J., Mudjiran, M., Neviyarni, N., & Nirwana, H. (2021). Kode etik konseling serta permasalahan dalam penerapannya. Ensiklopedia of Journal, 3(4), 53–58.

Nurdin, I., & Marzuki, A. (2019). Manajemen konflik dalam bimbingan konseling di sekolah. Buku Digital, Penerbit UIN Ar-Raniry.

Nurismawan, Ach. S., Fahruni, F. E., & Naqiyah, N. (2022). Studi aksiologi etika konselor dalam memperbaiki pemberian layanan konseling individu di sekolah. Jurnal Filsafat Indonesia, 5(1), 65-70.

Nursalim, M. (2015). Pengembangan profesi bimbingan dan konseling. Jakarta: Erlangga.

Nuzliah, N., & Siswanto. (2019). Standarisasi kode etik profesi bimbingan dan konseling. Jurnal Edukasi: Jurnal Bimbingan Konseling, 5(1), 64-75.

Pristanti, N. A., Suryani, R., & Marito, Y. (2023). Etika profesi bimbingan dan konseling. Jawa Tengah: Eureka Media Aksara.

Rahman, A., & Suryadi, S. (2021). Kepemimpinan kepala sekolah dan pengaruhnya terhadap manajemen konflik di sekolah menengah atas. Jurnal Kepemimpinan Pendidikan, 10(1), 35-48.

Rahmawati, et al. (2020). Bentuk kolaborasi guru bimbingan dan konseling dengan guru mata pelajaran dalam mengatasi permasalahan peserta didik. Jurnal al-Tazkiah, 9(2), 155-172.

Rojuli, S. (2019). Menangani masalah sosial di sekolah dengan resolusi konflik. Malang: CV. Dream Litera Buana.

Sari, N. A., & Harahap, R. (2021). Peran guru BK dalam mengatasi konflik etika di sekolah: Studi kasus di sekolah menengah pertama. Jurnal Pendidikan, 9(1), 45-56.

Published

2024-10-09

How to Cite

Tri Rizky Ramadhani, Riwayati Octaria Pakpahan, Dio Alpian Sitio, Sekar Ayu Pratiwi, & Rizky Ananda Syafitri. (2024). Perbedaan Prinsip Profesi Guru BK dan Rekan Sejawat di SMP Negeri 1 Tanjung Balai. Harmoni Pendidikan : Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(4), 353–365. https://doi.org/10.62383/hardik.v1i4.848

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.