Penguatan Nilai Budaya melalui Pelestarian Tradisi Bemeteng dalam Upacara Pernikahan di Desa Tebas Sungai

Authors

  • U. Sri Wulndari Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas
  • Tomi Tomi Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

DOI:

https://doi.org/10.62383/sosial.v2i4.2921

Keywords:

Bemeteng Tradition, Local Culture, Mutual Cooperation, Social Solidarity, Weddings

Abstract

The Bemeteng tradition in Cempaka Hamlet, Tebas Sungai Village, Tebas District, Sambas Regency, is a form of community mutual cooperation in helping to organize wedding parties, especially for families who experience economic limitations. The implementation of the event involves extended family, neighbors, and local residents, while the main responsibility remains with the host. This tradition reflects the value of togetherness, social solidarity, and a culture of helping in community life. This study uses a qualitative method with a historical and sociocultural approach. Data was collected through observations, interviews with traditional leaders, religious leaders, and communities, and documentation studies. The analysis was carried out through data reduction, data presentation, and conclusion drawing to understand the dynamics and sustainability of the Bemeteng tradition during the period 2001–2025. The results of the study show that the implementation of Bemeteng began with a call from the community by the sarok about one week before the party. The Head of the Hamlet opened the activity by conveying the host's wishes, followed by the division of tasks such as collecting aid, kitchen work, and welcoming guests, then closed with prayers and a simple banquet. This tradition developed from a simple self-help pattern (2001–2010), underwent revitalization (2011–2019), restrictions during the pandemic (2020–2021), and has been active again since 2022 with digital support and cultural policies. The community views Bemeteng as an important heritage that strengthens unity and is in line with the values of deliberation and helping in Islamic teachings.

References

Buku

Abdurahman, D. (2007). Metode penelitian sejarah. Yogyakarta: Ar-Ruz Media.

Al-Qur'an Wajamil. (2021). Al-Qur'an tajwid warna yang dilengkapi dengan terjemah dan transliterasi Arab-Latin. Bekasi: PT. Atma Raya Grafika.

Arikunto, S. (2006). Manajemen penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Asmara, U. H. (2011). Penulisan karya ilmiah. Pontianak: Fahruna Bahagia Pontianak.

Gottschalk, L. (1986). Mengerti sejarah (N. Notosusanto, Trans.). Jakarta: UI Press.

Hamdi, A. S. (2014). Metode penelitian kuantitatif: Aplikasi dalam pendidikan. Yogyakarta: CV. Budi Utama.

Heryana, A. (2018). Informan dan pemilihan informan dalam penelitian kualitatif. Jakarta Barat: Universitas Esa Unggul.

Ihromi, T. O. (2006). Pokok-pokok antropologi budaya. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Kuntowijoyo. (2013). Metodologi sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Moleong, L. J. (2010). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Morisan. (2019). Riset kualitatif. Jakarta: Prenadamedia Group.

Nawawi, H. (2007). Metode penulisan bidang sosial. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Patilima, H. (2013). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Rijali, A. (2018). Analisis data kualitatif. Jurnal Alhadharah, 17(33). https://doi.org/10.18592/alhadharah.v17i33.2374

Satori, D., dkk. (2012). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Siregar, A., & Aminuddin. (1985). Kamus antropologi. Jakarta: Akademik Pressindo.

Sjamsuddin, H. (2012). Metodologi sejarah. Yogyakarta: Ombak.

Soekanto, S. (1993). Kamus sosiologi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Soekanto, S. (2011). Sosiologi: Suatu pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

Sukmadinata, N. S. (2007). Metodologi penelitian pendidikan. Bandung: Rosdakarya.

Suryabrata, S. (2012). Metodologi penelitian. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sutopo, H. B. (2002). Metodologi penelitian kualitatif. Surakarta: Universitas Sebelas Maret Press.

Sztompka, P. (2007). Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Prenada Media Grup.

Tarjo, R. (2011). Metodologi penelitian sejarah: Dari heuristik hingga historiografi. Yogyakarta: Ombak.

Tim Penyusun. (2021). Pedoman karya tulis ilmiah Fakultas Syariah (Edisi revisi). Sambas: IAI Sambas.

Jurnal dan Skripsi

Abdallah, S. (2010). Islamic ethics: An exposition for resolving ICT ethical dilemmas. Journal of Information, Communication and Ethics in Society, 8(3). https://doi.org/10.1108/14779961011071088

Akbar. (2023). Nilai-nilai sosial dan budaya dalam tradisi Sayyang [Skripsi, IAIN Pare-Pare].

Hannah. (2020). Tradisi Magido Bantu dalam pernikahan masyarakat Mandailing di Jorong Tamiang Ampalu Kabupaten Pasaman Barat [Skripsi, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan]. https://doi.org/10.34007/warisan.v2i1.680

Julia, dkk. (2020). Tradisi pernikahan masyarakat Melayu sebagai pelestarian budaya lokal di Desa Seranggam Kecamatan Selakau Timur Kabupaten Sambas. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 9(9).

Ma'ruf, dkk. (2021). Islamic education value in the Bemeteng tradition of Malay Semanga Village, Sambas Regency. Jurnal Pemikiran Pendidikan Islam, 15(1). https://doi.org/10.24260/at-turats.v15i1.2050

Mardiyanti, L. R., dkk. (2023). Profil Melayu Sambas dalam konteks asal-usul, tradisi, dan budaya di Kalimantan Barat. Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia, 1(1). https://doi.org/10.61476/js62h161

Nashihin, H., & Dewi, P. A. (2019). Tradisi Islam Nusantara perspektif pendidikan multikultural. Jurnal Islam Nusantara, 3(2).

Nurman, U. (2016). Pulang memulangkan (tradisi pernikahan masyarakat Melayu di Desa Dalam Kaum Kecamatan Sambas Tahun 2011–2016) [Skripsi, Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas].

Pasya, G. K. (2000). Gotong royong dalam kehidupan masyarakat. Jurnal Sosietas, 1(1).

Putri, N. A., & Amaliyah. (2023). Rancang bangun sistem reservasi ruang rapat berbasis website. Jurnal IKRAITH-TEKNOLOGI, 7(2). https://doi.org/10.37817/ikraith-teknologi.v7i2.2328

Rahmah, A. S. (2024). Tradisi Mbolo Weki pada saat prosesi perkawinan ditinjau dalam perspektif 'Urf' (Studi di Desa Donggobolo Kecamatan Woha Kabupaten Bima) [Skripsi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang].

Sukman, W. J. (2021). Metode penelitian sejarah. Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, 1(2).

We, A. Y., & Fauziah, P. Y. (2020). Tradisi kearifan lokal Minangkabau "Manjujai" untuk stimulasi perkembangan anak usia dini. Jurnal Obsesi, 5(2). https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.660

Internet

Huda, M. K. (2025, September 6). Telaah manfaat kerja bakti. http://www.kahoda.wordpress

Surya, H. (2025, Maret 8). Cara menentukan informan dalam penelitian kualitatif. https://tambahpinter.com

Wawancara

Abu Kalahan. (2025, Juli 15). Wawancara mengenai jabatan sebagai Kepala Dusun Cempaka di Desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas.

Hasmy. (2025, Juli 15). Wawancara mengenai jabatan sebagai Amil Dusun Cempaka di Desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas.

Jusni. (2025, Februari 19). Wawancara mengenai jabatan sebagai Kepala Desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas.

Jusni. (2025, Juli 15). Wawancara mengenai jabatan sebagai Kepala Desa di Desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas.

Neli Suniardi. (2025, Juli 15). Wawancara mengenai jabatan sebagai Ketua Karang Taruna di Desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas.

Wiwin. (2025, Juli 15). Wawancara mengenai peran sebagai anggota masyarakat di Desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas.

Downloads

Published

2025-11-30

How to Cite

U. Sri Wulndari, & Tomi Tomi. (2025). Penguatan Nilai Budaya melalui Pelestarian Tradisi Bemeteng dalam Upacara Pernikahan di Desa Tebas Sungai. Sosial Simbiosis : Jurnal Integrasi Ilmu Sosial Dan Politik, 2(4), 124–137. https://doi.org/10.62383/sosial.v2i4.2921