Analisis Ketinggian Banjir di Kota Medan Tahun 2024

Authors

  • Sahala Fransiskus Marbun Universitas Negeri Medan
  • Rut Fany Theresia Situmeang Universitas Negeri Medan
  • Ludista Masindi Universitas Negeri Medan
  • Yudha Rmapea Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.62383/sosial.v2i4.2630

Keywords:

Flood Height, Flood Mitigation, Geographic Information Systems, Medan City, Rainfall

Abstract

This study aims to analyze variations in flood inundation heights in Medan City through 2024 using a quantitative approach based on Geographic Information Systems (GIS). The data used include field surveys, flood hazard maps, rainfall data, land use, and regional topography. The results show that flood heights vary between 0 and 100 cm, with distribution influenced by a combination of rainfall intensity, land use changes, drainage capacity, and topographic characteristics. The northern area of ​​the city has the highest flood heights and risk, driven by low elevation, inadequate drainage systems, and proximity to the coast and major rivers. This study emphasizes the importance of drainage management, river normalization, and spatial utilization control as effective and sustainable flood mitigation measures in Medan City. The findings of this study recommend improvements to the drainage system, river normalization, spatial utilization control, and the use of spatial data as a basis for more effective and sustainable flood mitigation planning in Medan City.

References

Badan Informasi Geospasial. (2024). Digital Elevation Model (DEM) Nasional.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2020). Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI).

Bappeda Kota Medan. (2024). Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Medan.

BMKG. (2024). Data curah hujan tahun 2024. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

BPBD Kota Medan. (2024). Laporan tahunan penanganan banjir Kota Medan tahun 2024.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Medan. (2023–2024). Peta drainase jaringan Kota Medan.

Hidayat, F. (2021). Dampak perubahan tata guna lahan terhadap tingkat genangan banjir di wilayah perkotaan. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan, 23(2).

IPCC. (2022). Climate change 2022: Impacts, adaptation, and vulnerability. Cambridge University Press.

Marfai, M. A., & King, L. (2008). Coastal flood management in Semarang, Indonesia. Environmental Geology, 55(7), 1507–1518. https://doi.org/10.1007/s00254-007-1101-3

Nasrul, B. (2019). Dampak intensitas hujan ekstrem terhadap frekuensi banjir di wilayah perkotaan. Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca, 20(2), 89–98.

Pemerintah Kota Medan. (2023). Profil Kota Medan dan kondisi wilayah rawan banjir.

Prahasta, E. (2020). Sistem informasi geografis: Konsep-konsep dasar (Edisi Revisi). Informatika Bandung.

Pratama, R., & Simanjuntak, A. (2022). Analisis ketinggian genangan untuk penentuan prioritas penanganan banjir di perkotaan. Jurnal Ilmu Kebencanaan Indonesia, 5(3).

Setiawan, B., & Widodo, A. (2021). Evaluasi kapasitas drainase perkotaan menggunakan metode rasional dan analisis HEC-RAS. Jurnal Infrastruktur, 7(3), 112–122.

Siregar, H. (2020). Analisis kerentanan banjir pada kawasan permukiman padat. Jurnal Geografi, 12(1), 56–67.

Suripin. (2004). Sistem drainase perkotaan yang berkelanjutan. Andi Offset.

Triatmodjo, B. (2008). Hidrologi terapan. Beta Offset.

UNDRR. (2015). Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015–2030. United Nations Office for Disaster Risk Reduction.

Yuliana, S., & Nugroho, S. P. (2023). Pengaruh perubahan iklim terhadap peningkatan risiko banjir di Indonesia: Tinjauan ilmiah. Jurnal Kebencanaan Nasional, 4(2), 75–92. https://doi.org/10.31002/jkn.v4i2.5678

Downloads

Published

2025-12-11

How to Cite

Sahala Fransiskus Marbun, Rut Fany Theresia Situmeang, Ludista Masindi, & Yudha Rmapea. (2025). Analisis Ketinggian Banjir di Kota Medan Tahun 2024. Sosial Simbiosis : Jurnal Integrasi Ilmu Sosial Dan Politik, 2(4), 93–102. https://doi.org/10.62383/sosial.v2i4.2630