Peningkatan Kemandirian Anak Yatim melalui Pelatihan Keterampilan di Panti Asuhan Wisma Karya Bakti

Authors

  • Muhammad Faris Hermawan Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Wa Ode Asmawati Universitas Muhammadiyah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.62383/sosial.v2i2.1593

Keywords:

Empowerment, Orphans, Skills

Abstract

Losing parents at an early age has a negative impact on children's development, psychologically, emotionally and socially. Orphans often face great challenges in social problems so that they cannot prepare for an adequate future, with skills training aimed at empowering orphans for a more independent future. This study aims to determine the implementation of skills programs in increasing the independence of orphans in orphanages. The research method used is qualitative, with data coming from participants or orphans who take part in skills training at the Wisma Karya Bakti Orphanage and caregivers. The sample was taken using purposive technique as many as 7 people. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Data analysis is carried out by a method that involves steps such as working with data, organizing, sorting, synthesizing, identifying patterns, finding relevant information, and determining important points. The results showed that the implementation of the skills program carried out by the Wisma Karya Bakti Orphanage is currently implementing 3 stages carried out from the awareness stage as the initial stage of orphans being made aware of the importance of having skills. Then the transformation of knowledge orphans are given some skills training. Then finally increasing the intellectual and skill proficiency of the orphans is given the opportunity to apply the skills that have been learned. The three stages in empowerment through skills help develop the potential that exists within orphans in increasing their independence.

References

Ahmad, S. (2016). Psikologi perkembangan. CV Pustaka Setia.

Ambar, T. S. (2004). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik. Alfabeta.

Anwas, O. M. (2013). Pemberdayaan masyarakat: Teori dan implementasi. Alfabeta.

Depsos RI. (2004). Pedoman pelayanan anak dalam lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA). Departemen Sosial Republik Indonesia.

Djazimah, H. (2004). Psikologi perkembangan. Atma Jaya.

Ema, N. (2013). Hubungan antara kemandirian belajar dengan hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Karanganyar (Skripsi, Universitas Sebelas Maret).

Ermayani. (2016). Pengembangan life skill anak usia dini melalui kegiatan bermain peran. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 1–12.

Fauziyah, N. (2017). Psikologi anak berkebutuhan khusus. UIN-Maliki Press.

Isbandi, R. A. (2003). Pemberdayaan masyarakat: Konsep dan aplikasi. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Karyaningsih, R. (2019). Analisis SWOT dalam menentukan strategi pemasaran pada UMKM keripik tempe Sanan berbasis online. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Universitas Brawijaya, 7(1).

Mardikanto, T. (2013). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik. Alfabeta.

Mawwadah, S. (2017). Peran keluarga dalam pembentukan karakter anak yatim. Jurnal Ilmiah Psikologi, 9(1), 55–64.

Mita, N. A. (2023). Pengaruh pelatihan keterampilan terhadap produktivitas kerja karyawan PT. XYZ (Skripsi, Universitas ABC).

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Nasihudin, M. (2021). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi V. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Nur, F. (2014). Hubungan antara kemandirian belajar dengan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Surakarta (Skripsi, Universitas Sebelas Maret).

Parker, J. (2006). Adolescent psychology. Routledge.

Rahim, S. (2014). Pemberdayaan masyarakat: Konsep, teori, dan aplikasi. Penerbit Idea Press.

Rianto, A. (2017). Pengembangan model pelatihan keterampilan berbasis potensi lokal untuk meningkatkan kompetensi kerja masyarakat desa (Disertasi, Universitas Negeri Yogyakarta).

Rima, R. (2022). Pengaruh pelatihan keterampilan terhadap kinerja karyawan PT. DEF (Skripsi, Universitas GHI).

Robbins, S. P. (2000). Organizational behavior. Prentice Hall.

Rusli, B. (2021). Sosiologi anak dan keluarga. PT RajaGrafindo Persada.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suharnan. (2013). Psikologi kognitif. Srikandi.

Suharto, E. (2017). Pekerjaan sosial dan pembangunan. Alfabeta.

Toni, A. (2018). Hubungan antara konsep diri dengan kemandirian belajar siswa kelas X SMA Negeri 5 Padang. Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling, 4(7), 67–76.

Downloads

Published

2025-05-07

How to Cite

Muhammad Faris Hermawan, & Wa Ode Asmawati. (2025). Peningkatan Kemandirian Anak Yatim melalui Pelatihan Keterampilan di Panti Asuhan Wisma Karya Bakti. Sosial Simbiosis : Jurnal Integrasi Ilmu Sosial Dan Politik, 2(2), 179–188. https://doi.org/10.62383/sosial.v2i2.1593