Intra Opertive Nausea And Vomiting (IONV) Pasca Pemberian Kombinasi Ondansetron dan Dexamethasone Menggunakan Teknik Spinal Anestesi

Authors

  • Andang Sudarmono ITS PKU Muhammadiyah Surakarta
  • Ida Untari ITS PKU Muhammadiyah Surakarta
  • Muhammad Nurfauzi ITS PKU Muhammadiyah Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.62383/quwell.v1i4.990

Keywords:

Intra operative nausea and vomiting (IONV), Spinal Anesthesia, Ondansetron and dexamethasone

Abstract

Spinal anesthesia is a procedure performed by injecting local anesthetic drugs into the subarachnoid block space and preventing the onset of excitatory nerve conduction by inhibiting ion flow. Intraoperative Nausea and Vomiting (IONV) is a common side effect after surgery and anesthesia. IONV is associated with various factors that can be categorized into risks related to patient factors, anesthetic factors, and surgical factors. Ondansetron is an oral and parenteral serotonin (5-HT3) receptor antagonist. It is used for the prevention and treatment of nausea and vomiting during chemotherapy, radiation therapy, and surgery. Ondansetron is a very safe and effective antiemetic compared to previous antiemetics. Dexamethasone is a class of steroids used as anti-inflammatory or immunosuppressive agents. Based on research it was found that dexamethasone can effectively prevent the occurrence of IONV. Objective: to assess the effectiveness of giving a combination of ondansetron and dexamethasone to prevent intraoperative nausea and vomiting with spinal anesthesia technique in IBS Simo Hospital. Research Methodology: the number of patients who have a history of DM makes it difficult to find respondents. The initial response plan of 44 people became 41 people. Results: Describe the characteristics consisting of gender, age, weight, ASA, and surgical diagnosis. Conclusion: Based on the results of research and discussion that has been done, it can be concluded that the average gender (51.2%), average age (39.0%), average Bb (53.7%), average ASA (75.6%), average duration of surgery (75.6%), and average IONV score analysis (95.1%).

References

Arikunto, S. (2016). Prosedur penelitian. Rineka Cipta.

Baradero, M. (2019). Klien gangguan kardiovaskular. EGC.

Crump, M., Holdsworth, M. T., Raisch, D. W., et al. (2018). Drug monograph: Ondansetron. 450, 1-72.

Fitriana, Y., & Widi, N. (2018). Asuhan persalinan secara komprehensif dalam asuhan kebidanan. Pustaka Baru Press.

Gan, T. J., Khalil, S., Schinkel, A. H., et al. (2018). Drug monograph: Dexamethasone. 1-129.

Hidayat, A. (2016). Pengantar kebutuhan dasar manusia: Aplikasi konsep dan proses keperawatan. Salemba Medika.

Ho, C. M., Wu, H. L., Ho, S. T., & Wang, J. J. (2011). Dexamethasone prevents postoperative nausea and vomiting: Benefit versus risk. Acta Anaesthesiol Taiwanica, 49(3), 100-104. https://doi.org/10.1016/j.aat.2011.06.002

Irfan. (2021). Perbandingan premedikasi tiga dosis granisteron dikombinasikan dengan deksametason terhadap kejadian mual dan muntah dan mengigil pada pasien seksio sesaria dengan anestesi spinal.

Jakarta: EGC

Kambey, B. I., & Tambajong, H. F. (2016). Perbandingan antara ondansetron 4 mg IV dan deksametason 5 mg IV dalam mencegah mual-muntah pada pasien laparotomi dengan anestesia umum.

Katz, J., & Sally. (2015). Complications of spinal and epidural anesthesia. J Bone Joint Surg Am.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pencegahan dan pengendalian coronavirus disease (COVID-19)-Rev-5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Latief, S. A., Suryadi, K. A., & Dachlan, M. R. (2019). Petunjuk praktis anestesiologi (5th ed.). Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UI.

Masturoh. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. 307.

Mufida, L., Widyaningsih, T. D., & Maligan, J. M. (2015). Prinsip dasar MPASI untuk bayi usia 6-24 bulan. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 3(4), 1646-1649.

Mufidah. (2019). Perbandingan efektivitas pemberian premedikasi deksametason dan ondansetron untuk mencegah mual dan muntah pasca operasi dengan anestesi umum. Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, Makasar.

Murakami, C., Kakuta, N., Kume, K., et al. (2017). A comparison of fosaprepitant and ondansetron for preventing postoperative nausea and vomiting in moderate to high-risk patients: A retrospective database analysis. Biomed Research International, 2017. https://doi.org/10.1155/2017/5703528

Notoatmodjo, S. (2015). Metodologi penelitian kesehatan. PT Rineka Cipta.

Nursalam. (2017). Konsep penerapan metode penelitian ilmu keperawatan. Salemba Medika.

Nursalam. (2017). Konsep Penerapan Metode Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Nurwinarsih F. Perbandingan efektivitas premedikasi ondansetron dan deksametason dalam mencegah mual dan muntah pasca operasi. 2009:5- 59.

Nurwinarsih, F. (2009). Perbandingan efektivitas premedikasi ondansetron dan deksametason dalam mencegah mual dan muntah pasca operasi. 5-59.

Okta, A. (2017). Relaksasi nafas dalam menurunkan kecemasan pasien pre operasi bedah abdomen. Poltekkes TJK.

Okta, Agung. (2017). Relaksasi Nafas Dalam Menurunkan Kecemasan Pasien Pre Operasi Bedah Abdomen. Bandar lampung: Poltekkes TJK.

Pramono, A. (2017). Buku kuliah anestesi. EGC.

Pramono, Ardi.(2017).Buku kuliah anestesi.

Putri. Perbandingan Efektifitas Ondansetron dan Metoklopramid dalam Menekan Mual dan Muntah Paska Laparatomi. 2010.

Putri. Perbandingan efektivitas ondansetron dan metoklopramid dalam menekan mual dan muntah pasca laparotomi. (2010).

Qudsi AS. Prevalensi Kejadian PONV Pada Pemberian Morfin Sebagai Analgetik Pasca Operasi Penderita Tumor Payudara dengan 70 Anestesi Umum Di RSUP DR. Kariadi Semarang. 2015:5-21.

Qudsi, A. S. (2015). Prevalensi kejadian PONV pada pemberian morfin sebagai analgetik pasca operasi penderita tumor payudara dengan anestesi umum di RSUP DR. Kariadi Semarang. 5-21.

Siregar D. Perbandingan Kombinasi Ondansetron 2mg IV Dengan Deksametason 4mg IV Dan Ondansetron 4mg IV Dengan Deksametason 4mg IV Sebagai Profilaksis Pada Pasien Resiko 69 Tinggi Mual Muntah Setelah Operasi Yang Menjalani Tindakan Operasi Dengan Anestesi Umum Intubasi.; 2011.

Siregar, D. Perbandingan kombinasi ondansetron 2 mg IV dengan deksametason 4 mg IV dan ondansetron 4 mg IV dengan deksametason 4 mg IV sebagai profilaksis pada pasien resiko tinggi mual muntah setelah operasi yang menjalani tindakan operasi dengan anestesi umum intubasi. (2011).

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Udhiyati. (2022). Perbedaan deksametason dan ondansetron terhadap kejadian mual dan muntah pasca operasi seksio sesaria di RSU Amanah Sumpiah.

Udhiyati. 2022. Perbedaan Deksametason dan Ondansetron Terhadap Kejadian Mual dan Muntah Pasca Operasi Seksio Sesaria di RSU Amanah Sumpiah.

Wijaya. (2014). KMB 2 keperawatan medikal bedah. Nuha Medika.Notoatmodjo, S. (2015). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Wijaya. 2014. KMB 2 Keperawatan Medikal Bedah.Yogyakarta. Nuha Medika.

Downloads

Published

2024-12-04

How to Cite

Andang Sudarmono, Ida Untari, & Muhammad Nurfauzi. (2024). Intra Opertive Nausea And Vomiting (IONV) Pasca Pemberian Kombinasi Ondansetron dan Dexamethasone Menggunakan Teknik Spinal Anestesi. Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(4), 181–190. https://doi.org/10.62383/quwell.v1i4.990