Hubungan Pemberian Makanan Tambahan (Pmt) Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24¬-36 Bulan Diwilayah Kerja Puskesmas Pajarakan

Authors

  • Syarifatul Jannah Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo
  • Iis Hanifah Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo
  • Muthmainnah Zakiyyah Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

DOI:

https://doi.org/10.62383/quwell.v2i2.1703

Keywords:

additional food, stunting, nutrition

Abstract

This study analyzes the relationship between the provision of additional food (PMT) and the incidence of stunting in toddlers aged 24–36 months in the Pajarakan Health Center working area. Using a quantitative approach with a cross-sectional design, the sample consisted of 73 toddlers selected randomly. Data were collected through questionnaires and height measurements, then analyzed using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between the provision of PMT and the incidence of stunting (p-value 0.001). This finding is expected to increase mothers' awareness in paying attention to parenting patterns and child nutrition.

References

Adiputra, I. M. S., Trisnadewi, N. W., Oktaviani, N. P. W., & Munthe, S. A. (2021). Metodologi penelitian kesehatan.

Aisyah, R. D., & Suparni, S. (2022). Peran kolaboratif bidan dalam pencegahan stunting di era adaptasi baru. Window of Health: Jurnal Kesehatan, 5(3), 642–652. https://doi.org/10.33096/woh.vi.84

Amin, N. F., Garancang, S., & Abunawas, K. (2023). Konsep umum populasi dan sampel dalam penelitian. Jurnal Pilar, 14(1), 15–31.

Amir, N., & Azzahra, A. S. (2022). Olahan ikan menjadi nugget sebagai upaya. Prosiding, 103–110.

Anggreni, D. (2022). Buku ajar. Penerbit STIKes Majapahit Mojokerto.

Anggryni, M., Mardiah, W., Hermayanti, Y., Rakhmawati, W., Ramdhanie, G. G., & Mediani, H. S. (2021). Faktor pemberian nutrisi masa golden age dengan kejadian stunting pada balita di negara berkembang. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1764–1776. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.967

Anwar, S., Winarti, E., & Sunardi, S. (2022). Systematic review faktor risiko, penyebab dan dampak stunting pada anak. Jurnal Ilmu Kesehatan, 11(1), 88. https://doi.org/10.32831/jik.v11i1.445

Aprilia, D. (2022). Perbedaan risiko kejadian stunting berdasarkan umur dan jenis kelamin. Jurnal Kebidanan, 11(2), 25–31. https://doi.org/10.47560/keb.v11i2.393

Arfan Nur, A., & Annisa, N. (2022). Hubungan pemberian makanan tambahan (PMT) pada balita yang mengakibatkan stunting di wilayah UPT Puskesmas Ulaweng. Jurnal Berita Kesehatan, 15(1). https://doi.org/10.58294/jbk.v15i1.72

Ariani, M. (2020). “Stunting”, “related factor”, “children”, “factor determinant”. Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan, 11(1). https://doi.org/10.33859/dksm.v11i1.559

Azriful, A., Bujawati, E., Habibi, H., Aeni, S., & Yusdarif, Y. (2018). Determinan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di Kelurahan Rangas Kecamatan Banggae Kabupaten Majene. Al-Sihah: The Public Health Science Journal, 10(2), 192–203. https://doi.org/10.24252/as.v10i2.6874

Di, C., Rw, R. T., Song, A., Putri, D., & Lubis, U. (2022). 225-Article Text-793-2-10-20221130. Jurnal Kesehatan, 2(0), 0–3.

Haskas, Y. (2020). Gambaran stunting di Indonesia: Literatur review. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 15(2), 2302–2531.

Hatijar, H. (2023). The incidence of stunting in infants and toddlers. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12(1), 224–229. https://doi.org/10.35816/jiskh.v12i1.1019

Hosang, K. H., Umboh, A., & Lestari, H. (2018). Hubungan pemberian makanan tambahan terhadap perubahan status gizi anak balita gizi kurang di Kota Manado. E-CliniC, 5(1). https://doi.org/10.35790/ecl.5.1.2017.14760

Husnaniyah, D., Yulyanti, D., & Rudiansyah, R. (2020). Hubungan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting. The Indonesian Journal of Health Science, 12(1), 57–64. https://doi.org/10.32528/ijhs.v12i1.4857

Husnul, N., Setiyono, A., & Annasr, N. N. (2023). Pendidikan dan pelatihan pembuatan makanan tambahan pada ibu balita dan kader menuju masyarakat sadar stunting di Kota Tasikmalaya. Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan, 1(1), 27–33. https://doi.org/10.24853/jaras.1.1.27-33

Ismawati, R., & Rustamaji, G. A. S. (2021). Daya terima dan kandungan gizi biskuit daun kelor sebagai alternatif makanan selingan balita stunting. Jurnal Gizi, 1(1), 31–37. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/GIZIUNESA/article/view/41287

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Petunjuk teknis pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal untuk balita dan ibu hamil. https://kesmas.kemkes.go.id/assets/uploads/contents/others/20230516_Juknis_Tatalaksana_Gizi_V18.pdf

Khotimah, K. (2022). Dampak stunting dalam perekonomian di Indonesia. JISP (Jurnal Inovasi Sektor Publik), 2(1), 113–132. http://jurnal.uwp.ac.id/fisip/index.php/jisp/article/download/124/52

Kusumaningrum, A., & Azinar, M. (2021). Dampak stunting terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 5(3), 227–238.

Laily, L. A., Indarjo, S., & Artikel, I. (2023). Dampak stunting terhadap pertumbuhan dan perkembangan: Literatur review. Higeia Journal of Public Health, 7(3), 354–364.

Lalu, N. A. S., Ilmu, F., & Gorontalo, U. N. (2020). Provision of modification PMT based on local wisdom to stunting toddlers and undernourished. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, 1(1), 38–54.

Latifa, S. N. (2018). Kebijakan penanggulangan stunting di Indonesia. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 13(2), 173–179.

Lindemann, O. (2020). Artikel 10. Ausführungsgesetz zum Bürgerlichen Gesetzbuche vom 20. September 1899. In Rechtsprechung und Rechtsfortbildung im BGB (pp. 47–48). https://doi.org/10.1515/9783111634487-007

Madina, J. I., Saida, N., Andari, E. A., Mujahida, N., Fahmi, N., & Nur, R. (2022). Pemberian makanan tambahan pada balita berisiko stunting di Desa Rerang Kecamatan Dampelas. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 1(2), 76–80.

Maesaroh, S., & Sulistyorini, E. (2021). Pengetahuan tentang stunting pada mahasiswa Prodi DIII Kebidanan STIKes Mambaul Ulum Surakarta. Jurnal Kebidanan Indonesia, 12(2), 135–144. https://doi.org/10.36419/jki.v12i2.504

Muliani, Sriama Safinatunnaja, & Mardianti, B. Q. (2021). Hubungan waktu pemberian makanan tambahan dengan status gizi balita. JMSWH Journal of Midwifery Science and Women's Health, 2(1), 26–30. https://doi.org/10.36082/jmswh.v2i1.360

Mulyana, L., & Farida, E. (2022). Dampak stunting pada kesehatan masyarakat. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 1(1), 36–42. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/IJPHN

Nalendra, A. R. A. (2021). Statistika seri dasar dengan SPSS. Media Sains Indonesia.

Nelista, Y., & Fembi, P. N. (2021). Pengaruh pemberian makanan tambahan pemulihan berbahan dasar lokal terhadap perubahan berat badan balita gizi kurang. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2), 1228–1234. https://doi.org/10.31004/prepotif.v5i2.2426

Pratiwi, R., Sari, R. S., & Ratnasari, F. (2021). Dampak status gizi pendek (stunting) terhadap prestasi belajar: A literature review. Jurnal Pendidikan Kesehatan, xx(x), xx–xx. (Informasi volume dan halaman perlu dilengkapi)

Purwanti, T., & Ningrum, N. M. (2023). Pelatihan pemberian makanan tambahan pada balita untuk pemulihan status gizi stunting dan gizi kurang. Pengabdian Masyarakat Cendekia (PMC), 2(1), 1–3. https://doi.org/10.55426/pmc.v1i2.216

Qolbiyah, F. N., Yudia, R. C. P., & Aminyoto, M. (2021). Hubungan praktik pemberian makanan dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat. Jurnal Sains dan Kesehatan, 3(6), 853–863.

Ulva, H. A. (2023). Stunting, peran bidan, intervensi gizi. Jurnal Kesehatan, C, 436–444.

Downloads

Published

2025-05-23

How to Cite

Syarifatul Jannah, Iis Hanifah, & Muthmainnah Zakiyyah. (2025). Hubungan Pemberian Makanan Tambahan (Pmt) Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24¬-36 Bulan Diwilayah Kerja Puskesmas Pajarakan. Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(2), 72–86. https://doi.org/10.62383/quwell.v2i2.1703