Aspek Legal dan Ekonomis dari Perikatan Jual Beli dalam Penyelesaian Hutang
DOI:
https://doi.org/10.62383/progres.v1i3.563Keywords:
Legal, Economic, Sale and Purchase, DebtAbstract
This research discusses the legal and economic aspects related to Sales and Purchase Agreements in the context of debt settlement. The main focus is the legal analysis of Sales and Purchase Agreements which is based on Debt-Receivable or Money Lending and Borrowing Agreements, as well as its impact on legal certainty and protection for the parties involved. This research also investigates the provisions of Articles 1457 and 1458 of the Civil Code regarding the validity of sale and purchase transactions, as well as the process of transferring land rights through a Deed of Sale and Purchase carried out by the Land Deed Official. The study results show that PPJB is often used as debt collateral, although this practice is not legally valid because Sales and Purchase Agreements and Debt-Receivable Agreements have different concepts and principles. The use of Sales and Purchase Agreements as debt collateral is considered problematic because it violates Article 1320 of the Civil Code which regulates the conditions for the validity of an agreement. This research emphasizes the importance of understanding the differences between sales and purchase agreements and accounts payable to ensure legal clarity and adequate protection for all parties involved in the agreement.
References
Arini, D., & Anggoro, T. (2021). Keabsahan hukum grosse akta pengakuan hutang pada akad pembiayaan perbankan syariah. Jurnal USM Law Review. https://journals.usm.ac.id/index.php/julr/article/view/4056
Astuti, H. (2021). Perjanjian hutang piutang perorangan menggunakan jaminan sertifikat yang diikat akta jual beli di Kabupaten Kendal. ProQuest.
Gaol, S. L. (2014). Skeabsahan pinjam meminjam uang secara lisan dalam perspektif hukum perdata. Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara, 9(2), 97–120. https://doi.org/10.35968/jh.v9i2.356
Ghina, R. Z. (2018). Kekuatan mengikat surat kuasa membebankan hak tanggungan yang dibuat berdasarkan perjanjian pengikatan jual beli (Studi putusan Pengadilan No. 23/Pdt). Indonesian Notary. https://scholarhub.ui.ac.id/notary/vol2/iss2/31/
Hedistira, D., & Pujiyono, ’. (2020). Kepemilikan dan penguasaan objek jaminan fidusia apabila terjadi sengketa wanprestasi dalam perjanjian kredit. Jurnal Privat Law, 8(1), 78. https://doi.org/10.20961/privat.v8i1.40372
Muliani, M. (2020). Perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) yang dibuat di bawah tangan sebagai jaminan kredit pemilikan rumah. Universitas Hasanuddin Repository. http://repository.unhas.ac.id/id/eprint/1327/
Nayli Amirah Firdaus, Ilham Takbir Al Azhiim, & Veda Ardellia. (2023). Analisis penerapan etika bisnis dalam perusahaan: Studi literatur faktor pendukung dan tantangan. Jurnal Ilmiah Sistem Informasi dan Ilmu Komputer, 3(2), 132–142. https://doi.org/10.55606/juisik.v3i2.495
Pagano, M. (2005). The Modigliani-Miller. May.
Pantow, R. T. (2023). Keabsahan perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) dan kuasa menjual di notaris yang dijadikan dasar untuk perjanjian pinjam meminjam bagi para pihak. UKI Repository. http://repository.uki.ac.id/12350/
Patriandari, & Fitriana, R. (2020). Pengaruh asimetri informasi, profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap manajemen laba pada perusahaan sektor aneka industri di Indonesia. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 1(2), 67–83. https://doi.org/10.34005/akrual.v1i2.1022
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 20. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2021 tentang perubahan atas peraturan pemerintah nomor 14 tahun 2016 tentang penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman. 086436, 1–15.
Permana, R. D. (2020). Tinjauan terhadap konsep agunan dalam pembiayaan akad mudharabah pada bank syariah. In ASAS: Jurnal Hukum Ekonomi. Garuda.
Sanjaya, S. (2020). Keabsahan perjanjian pengikatan jual beli yang objeknya sama dengan perjanjian jual beli dengan hak membeli kembali (Studi putusan Mahkamah Agung). Indonesian Notary. https://scholarhub.ui.ac.id/notary/vol3/iss4/3/
Saputro, A. P., & Huda, M. (2024). Keabsahan akta perjanjian pengikatan jual beli, surat kuasa menjual dan/atau melepas hak atas objek yang menjadi agunan. Jurnal Ilmiah Ar-Risalah: Media Ke. https://www.ejournal.iaiibrahimy.ac.id/index.php/arrisalah/article/view/2339
Sinilele, A. (2022). Tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap praktik utang piutang di Kecamatan Malangke Kabupaten Luwu Utara. El-Iqthisady: Jurnal Hukum Ekonomi. https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/iqthisadi/article/view/29690
Subekti, R., & Tjitrosudibio, R. (2019). Kitab undang-undang hukum perdata (KUH Perdata) 1838. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952.
Supertini, N. P. S., Telagawati, N. L. W. S., & Yulianthini, N. N. (2020). Pengaruh kepercayaan dan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan pada Pusaka Kebaya di Singaraja. Prospek: Jurnal Manajemen dan Bisnis, 2(1), 61. https://doi.org/10.23887/pjmb.v2i1.26201
Suryo, R., & Ulfa, A. (2013). Teori kontrak dan implikasinya terhadap regulasi pengadaan barang/jasa pemerintah. Jurnal Pengadaan, 3, 51–70.
Sylviana, S., & Rasji, R. (2022). Analisis pembatalan perjanjian pengikatan jual beli dalam kasus utang piutang (Studi putusan nomor: 10/PTS/MJ. PWN. Prov. DKI Jakarta/IX/2021). Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Politika Progresif : Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



