Perlindungan Hukum Kawasan Hutan Adat dan Hak Ulayat

Authors

  • Obed Edotalino Sudiro Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Slamet Suhartono Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.62383/progres.v1i3.554

Keywords:

Forest, Customary Forest, Mining, Community

Abstract

The increasingly rapid development of the times has opened people's views to be more open to various kinds of world and national problems. Technology, which is one of the tools for thinking, has created innovative patterns of thinking in society that are mature in determining diverse perspectives and actions, as well as every outcome of views and attitudes that is permitted as long as it does not violate the rules and norms that have been regulated in state life. Customary forests are one of the categories of social forestry which are located in the living areas of local indigenous communities and can usually be found in inland areas. Customary forests are also regulated in Law Number 41 of 1999 concerning Forestry as stated in Article 1 number 6 "Customary forests are state forests that are within the territory of customary law communities." Conflicts between company interests and the rights of indigenous communities sometimes arise due to a lack of legal protection and unequal power, this is based on expansion which can be said to be irregular because quite a few mining companies expand mining areas outside the mine itself in order to exploit very natural resources. abundant in it.

References

Bambang Daru Nugroho. 2015. Hukum Adat, Hak Menguasai Negara atas Sumber Daya Alam Kehutanan & Perlindungan Terhadap Masyarakat Adat. Bandung: Refika Aditama.

Dewi Wulansari, 2012. Hukum Adat Indonesia, Suatu Pengantar, Bandung: Refika Atima.

Dominikus Rato, 2014. Hukum Adat di Indonesia, Suatu Pengantar, Surabaya: Laksbang Justitia Surabaya.

Hamzah Halim, dan Kemal Redindo Syahrul Putera, 2009. Cara Praktis Menyusun dan Merancang Peraturan Daerah – Suatu Kajian Teoritis & Praktis Disertai Manual, Kosepsi Teoritis Nenuju Artikulasi Empiris, Jakarta: Kencana.

Abdulkadir Muhammad, Hukum dan Penelitian Hukum, Cetakan. III, (Bandung: Citra Aditya Bakti, 2004

Bambang Sunggono, Metodologi Penelitian Hukum, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003) Bambang Waluyo, Penelitian Hukum Dalam Praktek, (Jakarta: Sinar Gafika, 1996)

Febriyan Aninidita, Masyarakar Adat Cek Bocek Selesek Reen Suri, Tak Diakui, Dirampok, Terancam, Laporan Sayogyo Institute, 2014,

https://bsilhk.menlhk.go.id/index.php/2021/11/05/perhutanan-sosial-dan-masyarakat-adat-

Hilman Hadikusuma, 2014. Pengantar Ilmu Hukum Adat Indonesia, Bandung: C.V. Mandar Maju.

Pembaharuan Hukum, J., & Vika Widyastuti, T. 2023. the model of environmental regulation the model of environmental regulation based on an ecological justice. In JPH: Jurnal Pembaharuan Hukum (Vol. 10, Issue 1).

Jannah, W., Salim, M. N., & Mujiburohman, D. A. 2022. Eksistensi masyarakat hukum adat dan dinamika tanah ulayat di manggarai timur. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 11(2), 213–232. https://doi.org/10.23887/jish.v11i2.41006

Dirga Prayogo, S., & Andraini, F. (2023). Perlindungan hukum atas tanah adat dalam kaitan pemberian izin usaha perkebunan kelapa sawit. Jurnal Ilmiah Dinamika Hukum, 24(1), 51–65. https://doi.org/10.35315/dh.v24i1.9310

Sirait, M., Fay, C., & Kusworo, D. A. (n.d.). Bagaimana Hak-hak Masyarakat Hukum Adat dalam Mengelola Sumber Daya Alam Diatur.

Sucipto. “Di Tengah Pembangunan IKN, Pemerintah Didesak Mengakui Masyarakat Adat Di Kaltim.” Kompas.Id. Last modified 2022. Accessed March 1 ,2024. https://www.kompas.id/baca/nusantara/2022/09/02/20220902cip-di-tengah-pembangunan-ikn-pemerintah-didesak-mengakui-masyarakat-adat-di-kaltim.

Arifin Arief.(2002). Hutan Dan Kehutanan, Yogyakarta : Kanisius

Jasardi Gunawan, Dinamika perjuangan masyarakat adat cek bocek dalam memperjuangkan hak atas wilayah adatnya, Bania Publishing Lombok Cetakan Pertama Februari 2022

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)

Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002) Peraturan Menteri LHK No.9 Tahun 2021 Tentang Pengelolaan Perhutanan Sosial

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-IX/2012 tentang Pengujian Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, yang diputus tanggal 16 Mei 2013

Soerjono Soekanto dan Sri Mahmudji, Penelitian Hukum Normatif, Suatu Tinjauan Singkat, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003)

TAP MPR No. XVII/MPR/1998 tentang Hak Azasi Manusia Piagam HAM. TAP MPR No.IX/MPR/2001 tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam.

Undang Undang No 32 tahun 2009 Tentang Pengelolaan dan pelindungan Lingkungan Hidup.

Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA). UU No 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja

UU No. 12 Tahun 2011 Tentang Hierarki peraturan pembentukan undang-undang

Undang- Undang N0.39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia

Undang- Undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Kehutanan

Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA).

UU No 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja

UU No. 12 Tahun 2011 Tentang Hierarki peraturan pembentukan undang-undang

Published

2024-07-11

How to Cite

Obed Edotalino Sudiro, & Slamet Suhartono. (2024). Perlindungan Hukum Kawasan Hutan Adat dan Hak Ulayat . Politika Progresif : Jurnal Hukum, Politik Dan Humaniora, 1(3), 274–289. https://doi.org/10.62383/progres.v1i3.554