Analisis Modus Persekongkolan Tender dalam Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

Authors

  • Santi Pratama Anggraini Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Anza Ronaza Bangun Universitas Maritim Raja Ali Haji

DOI:

https://doi.org/10.62383/progres.v2i4.2728

Keywords:

Business Competition, Corruption, Modus Operandi, Procurement Of Goods And Services, Tender Collusion.

Abstract

This study analyzes the practice of tender rigging, which is a dominant form of irregularity in government procurement of goods and services. The study focuses on identifying and analyzing the modus operandi, which includes the use of borrowing flags, document manipulation, leaking of the Self-Estimated Price (HPS), and price agreements between participants (tender arisan). The research findings reveal that the collusion occurs in two patterns: vertical between providers and the committee, and horizontal between providers. Both patterns fulfill the elements of unlawfulness as stipulated in Articles 2 and 3 of the Corruption Eradication Law. This practice of tender rigging causes significant state financial losses and undermines fair business competition. Therefore, the effectiveness of law enforcement depends heavily on accurate proof of state losses and good coordination between law enforcement officials and the Business Competition Supervisory Commission to ensure fair resolution in accordance with applicable legal provisions.

References

Alaydrus, H. (2025). Penerapan Deferred Prosecution Agreement (DPA) sebagai alternatif penegakan hukum pada tindak pidana korporasi di Indonesia. 8035–8050.

Anggriawan, R. (2025). From collusion to corruption: How Indonesian law fights back in procurement conspiracy. 6(1). https://doi.org/10.18196/jphk.v6i1.24577

Aulia Rahman, L. D. B. S. (2025). Pertanggungjawaban pidana korupsi pengadaan barang dan jasa pemerintah menggunakan perusahaan orang lain. 06(04), 1246–1259.

Barang, P., Yang, J., Korupsi, B., Andre, R., & Naldo, C. (n.d.). Goods/service procurement that leads to corruption. 12(2337), 794–805.

Darmawan, W., & Djufri, D. (2025). Modus operandi of corruption in government procurement of. 2337, 208–217.

Dewobroto, M. (2008). Persekongkolan tender pada proyek kerjasama putusan nomor 1366 K/Pid.STY - Case T1 - Putusan nomor 1366 K/Pid.Sus/2013 tentang tindak pidana korupsi pembangunan pasar tradisional Kabupaten Aceh Tamiang. Universitas Indonesia.

Dewobroto, M. (2008). Persekongkolan tender pada proyek kerjasama pemerintah dan swasta dalam perspektif.

Hardinata, D., & Hardinata, A. P. (2024). Understanding with a practical perspective the corruption mode of goods/services procurement in Indonesian public organizations. 14(1), 20–30.

Heriyanto, A. R. Saleh, N. D. K. (2025). Pertanggungjawaban hukum peserta tender dan penyelenggara dalam praktik persekongkolan pengadaan jasa konstruksi. 5(2), 1031–1047.

Iqbal, A. (2020). Penerapan Deferred Prosecution Agreement di Indonesia sebagai alternatif penyelesaian tindak. 7(1), 191–208.

Iqbal, M., & Syam, M. (2025). Perlindungan hukum bagi pihak yang dirugikan akibat terjadinya persekongkolan tender. 7(3), 1805–1824.

Liliek Dwy Prasetio, SH., M. (2024). Upaya penanggulangan tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di Indonesia. 02(3), 109–129.

Maria, J., Indrayani, L., Lubis, J., & Hayyumi, R. (2024). Pertanggungjawaban pidana bagi penyedia jasa pembangunan yang melakukan korupsi di Kabupaten Aceh Tamiang. 198–212.

Muladi. (2009). Pertanggungjawaban pidana korporasi. Kencana Prenada Media Group.

Novindrastuti, A., & Hidayat, Y. (2024). Kajian hukum tentang e-tendering dalam pengadaan barang dan jasa konstruksi. 13, 447–459. https://doi.org/10.37893/jbh.v13i2.953

Parulian Kertagama, S. (2024). Efektivitas pelaksanaan pemidanaan bagi pelaku tindak pidana bantuan suap.

Pratama, R., Karo, P., Hukum, F., & Pelita, U. (2020). Criminal compensation money against corporations. 13(2), 145–163. https://doi.org/10.29123/jy.v13i2.366

Putri, A. R., Ningrum, C. D., Raihannisa, D., Damanik, I. L., Sinurat, N. B., Salsabilah, S., Siregar, O. K., Pembangunan, U., & Budi, P. (2024). Identifikasi penyebab korupsi dalam prosedur pengadaan barang dan jasa pemerintah. 3, 1234–1242. https://doi.org/10.56709/mrj.v3i2.383

Wiyono, R. (2018). Pembahasan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sinar Grafika.

Zhou, V. (n.d.). Deferred Prosecution Agreement dalam hukum pidana korporasi lingkungan: Instrumen alternatif penegakan hukum untuk pembangunan berkelanjutan.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Santi Pratama Anggraini, & Anza Ronaza Bangun. (2025). Analisis Modus Persekongkolan Tender dalam Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Politika Progresif : Jurnal Hukum, Politik Dan Humaniora, 2(4), 186–198. https://doi.org/10.62383/progres.v2i4.2728