Konflik Kewenangan Antar Lembaga Negara dalam Ketatanegaraan Indonesia

Authors

  • Fadan Buljah Alaryahiyyah Universitas Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Muhammad Rifki Universitas Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Revan Sauqi Universitas Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Muhammad Bahri Universitas Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Ade Fartini Universitas Sultan Maulana Hasanuddin Banten

DOI:

https://doi.org/10.62383/progres.v2i3.2436

Keywords:

Conflict Of Authority, Constitutional Court, Constitutional Supremacy, Constitutional System, Supreme Court

Abstract

This research aims to analyze the conflict of authority between the Constitutional Court (Mahkamah Konstitusi) and the Supreme Court (Mahkamah Agung) within Indonesia’s constitutional system, focusing on institutional disputes that have emerged following the amendment of the 1945 Constitution. The main objective is to examine the legal foundations, juridical implications, and mechanisms for resolving jurisdictional conflicts between the two courts through a normative juridical approach and case-based analysis. The findings indicate that authority conflicts between the Constitutional Court and the Supreme Court often arise from overlapping legal norms and ambiguities in the delineation of constitutional functions established by the 1945 Constitution and its implementing laws. In several cases, such as disputes over the judicial review of regulations below the level of statutes, divergent interpretations have occurred regarding the scope of constitutional versus administrative jurisdiction. This study reveals that legal harmonization through regulatory reform and inter-institutional coordination is essential to prevent future jurisdictional overlaps. The conclusion emphasizes the need to strengthen the principles of checks and balances and clarify the hierarchy of norms to ensure stability in Indonesia’s constitutional framework. The research recommends the establishment of a cross-institutional constitutional forum as a mediation mechanism among state institutions to uphold constitutional supremacy and legal certainty in Indonesia.

References

Asshiddiqie, J. (2010). Perkembangan dan konsolidasi lembaga negara pasca reformasi. Sinar Grafika.

Asshiddiqie, J. (2012). Konflik kewenangan antar lembaga negara. Rajawali Pers.

Asshiddiqie, J. (2015). Hukum tata negara dan pilar-pilar demokrasi. Konstitusi Press.

Asshiddiqie, J. (2020). Gagasan konstitusionalisme di Indonesia: Arah, dinamika, dan tantangan. Rajawali Pers.

Budiardjo, M. (2008). Dasar-dasar ilmu politik (Edisi revisi). Gramedia Pustaka Utama.

Busroh, F. (2023). Disharmoni regulasi dan implikasi terhadap hubungan pusat-daerah: Analisis dari perspektif hukum tata negara. Jurnal Hukum dan Pembangunan Nasional, 53(1), 55–73. https://doi.org/10.21143/jhpn.v53i1.4529

Butt, S. (2018). The Constitutional Court and democracy in Indonesia. Brill–Nijhoff.

Dewi, R. (2021). Kewenangan penegakan hukum dalam perspektif checks and balances: Studi kasus tumpang tindih kewenangan KPK, Polri, dan Kejaksaan. Jurnal Ilmu Hukum Aktualita, 6(2), 199–216.

Fatimah, N. (2020). Konflik kewenangan antara Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung dalam pengujian peraturan di bawah undang-undang. Jurnal Konstitusi, 17(4), 745–762. https://doi.org/10.31078/jk1746

Fitriani, S. (2022). Dinamika dualisme yudisial dalam sistem ketatanegaraan Indonesia: Refleksi atas putusan MK dan MA. Jurnal Legislasi Indonesia, 19(3), 301–322.

Halim, A. (2020). Kewenangan dan batas intervensi antar lembaga negara dalam penegakan hukum. Jurnal Hukum dan Masyarakat, 15(2), 233–254.

Hamzah, A. (2019). Sistem peradilan di Indonesia dalam perspektif konstitusi. Prenadamedia Group.

Huda, N. (2011). Hukum tata negara Indonesia. Rajawali Pers.

Huda, N. (2014). Otoritas kehakiman di Indonesia: Dinamika, problematika, dan solusinya. FH UII Press.

Ibrahim, J. (2019). Teori & metodologi penelitian hukum normatif. Bayumedia.

Indonesia Corruption Watch. (2024). Laporan evaluatif penegakan hukum dan tumpang tindih kewenangan KPK, Polri, dan Kejaksaan 2019–2024. Indonesia Corruption Watch (ICW).

Indrayana, D. (2013). Negara hukum Indonesia: Reformasi konstitusi dan Mahkamah Konstitusi. Mizan.

Kurniawan, A. (2021). Harmonisasi antara fungsi yudisial dan eksekutif dalam penyelesaian sengketa kewenangan lembaga negara. Jurnal Ketatanegaraan Indonesia, 7(2), 188–205.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2010). Laporan tahunan Mahkamah Agung Republik Indonesia. MA RI.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2015). Laporan tahunan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. MK RI.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2024). Putusan No. 87/PUU-XXI/2023 tentang sengketa kewenangan penanganan perkara anggota TNI oleh KPK. MK RI.

Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum. Kencana Prenadamedia Group.

Mertokusumo, S. (2013). Penemuan hukum: Sebuah pengantar. Liberty.

Nugroho, S. (2023). Evaluasi hubungan fungsional antara Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi dalam sistem checks and balances. Jurnal Hukum dan Peradilan Konstitusi, 11(1), 75–92.

Nurjannah, L. (2019). Analisis konflik kewenangan antara Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung dalam sistem peradilan di Indonesia. Jurnal Legislasi Indonesia, 16(3), 201–215.

Palguna, I. D. G. (2017). Mahkamah Konstitusi: Suatu studi tentang judicial review dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Konstitusi Press.

Purnama, H. (2021). The role of the Constitutional Court in maintaining the supremacy of the Constitution: Indonesian experience. Indonesian Journal of Constitutional Law, 18(2), 312–331. https://doi.org/10.31078/jk1825

Putri, R. (2024). Disharmoni regulasi pusat dan daerah dalam pelaksanaan otonomi. Jurnal Hukum dan Pemerintahan Daerah, 12(1), 121–139.

Siahaan, M. (2011). Hukum acara Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Konstitusi Press.

Simanjuntak, T. (2020). Konflik antarlembaga negara dalam penegakan hukum dan upaya penyelesaiannya. Jurnal Ilmu Hukum Reformasi, 9(1), 87–103.

Soekanto, S. (2010). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. RajaGrafindo Persada.

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2015). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Rajawali Pers.

Sudirman, A. (2020). Tumpang tindih kewenangan pengujian peraturan perundang-undangan antara MA dan MK. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 50(2), 203–220. https://doi.org/10.21143/jhp.vol50.no2.2419

Sujatmoko, A. (2018). Konsep checks and balances dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Jurnal Hukum dan Pembangunan Ekonomi, 6(1), 45–61.

Sumanto, E. (2021). Rekonstruksi hubungan antara Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi dalam sistem ketatanegaraan. Jurnal Konstitusi dan Keadilan, 8(2), 99–118.

Susanto, M. (2022). Penyelesaian sengketa kewenangan lembaga negara dalam perspektif konstitusional. Jurnal Kajian Hukum dan Konstitusi, 14(3), 276–295.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2020.

Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.

Wahyudi, R. (2020). Relasi kewenangan antara KPK dan lembaga penegak hukum lainnya: Perspektif tata negara. Jurnal Integritas Hukum dan Pemerintahan, 5(1), 56–74.

Wijayanto, A. (2023). Evaluasi sistem checks and balances dalam dinamika lembaga negara pasca amandemen UUD 1945. Jurnal Ketatanegaraan dan Hukum Publik, 9(4), 211–232.

Yani, A. (2016). Mekanisme penyelesaian sengketa kewenangan lembaga negara oleh Mahkamah Konstitusi. Jurnal Konstitusi, 13(1), 37–55.* https://doi.org/10.31078/jk1313

Yuliani, R. (2022). Harmonisasi kewenangan antara Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung dalam pengujian peraturan perundang-undangan. Jurnal Hukum dan Keadilan Sosial, 10(2), 156–172.

Downloads

Published

2025-09-30

How to Cite

Fadan Buljah Alaryahiyyah, Muhammad Rifki, Revan Sauqi, Muhammad Bahri, & Ade Fartini. (2025). Konflik Kewenangan Antar Lembaga Negara dalam Ketatanegaraan Indonesia. Politika Progresif : Jurnal Hukum, Politik Dan Humaniora, 2(3), 19–36. https://doi.org/10.62383/progres.v2i3.2436