Pemulihan Aset Tindak Pidana Korupsi Melalui Non-Conviction Based Asset Forfeiture
DOI:
https://doi.org/10.62383/progres.v2i2.1987Keywords:
Legal Politics, Asset Forfeiture Bill, Non-Conviction Based AssetAbstract
This study analyzes the dialectic of political interests in the recovery of assets from corruption through the Non-Conviction Based Asset Forfeiture (NCB) mechanism. Using a normative legal approach, the study reveals that NCB is a strategic solution to overcome the limitations of the conventional system, especially in cases where perpetrators flee or have immunity, with the potential to increase asset recovery by up to 40%. Findings indicate that political interests are hindering the enactment of the Asset Forfeiture Bill, despite NCB being mandated by the UNCAC 2003 and proven effective internationally. This study recommends accelerating the legislative process for the enactment of the Asset Forfeiture Bill, which could revolutionize the enforcement of criminal law against corruption in Indonesia
References
Amanda, B., & Jempa, I. (2021). Penyitaan aset pelaku tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan Tinggi Aceh sebagai upaya pengembalian kerugian negara. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Pidana, 5(4), 576.
Fasini, A. B. I. (2018). Kendala pengembalian aset hasil tindak pidana korupsi transnasional. Jurnal BPPK: Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, 11(1), 44. https://doi.org/10.48108/jurnalbppk.v11i1.49
Haswandi, H. (2016). Pengembalian aset tindak pidana korupsi pelaku dan ahli warisnya menurut sistem hukum Indonesia dalam mewujudkan negara hukum kesejahteraan. Litigasi, 16(2), 2995–2996. https://doi.org/10.23969/litigasi.v16i2.44
Ira, L., Sitorus, Y. L., Erdawati, L., Nababan, V. L. Y. B., & Haryanti, D. (2024). Analisis kebijakan politik hukum dalam penegakan tindak pidana korupsi melalui pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset. Jurnal Res Justitia: Jurnal Ilmu Hukum, 4(2), 466. https://doi.org/10.46306/rj.v4i2.138
Karinda, F. J., Kristiawanto, K., & Ismed, M. (2022). Upaya pemulihan aset pelaku tindak pidana korupsi guna mengoptimalisasi kerugian keuangan negara. Salam: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i, 9(6), 1742. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v9i5.27688
Krisdianto. (2015). Implikasi hukum penyitaan aset hasil tindak pidana korupsi yang hak kepemilikannya telah dialihkan pada pihak ketiga. Jurnal Katalogis, 3(12), 195.
Mabsus, M., Jatmiko, G., & Tamza, F. (2025). Analisis hukum pidana dan strategi pemulihan aset dalam kasus penggelapan uang perusahaan. Journal of Contemporary Law Studies, 2(2), 189. https://doi.org/10.47134/lawstudies.v2i2.3627
Mardianti, D. (2024, Oktober 14). Catatan ICW soal tren vonis korupsi 2023: Kerugian negara mencapai Rp 56 triliun, tapi yang kembali hanya Rp 7,3 triliun. Tempo.
Najih, M. (2014). Politik hukum pidana: Konsepsi pembaharuan hukum pidana dalam cita negara hukum (Vol. 1). Setara Press.
Nugraha, X., Katherina, A., Agustin, W., & Pamungkas, A. (2019). Non-conviction based asset forfeiture sebagai formula baru upaya stolen asset recovery tindak pidana korupsi Indonesia. MHN: Majalah Hukum Nasional, 49(1), 40–41.
Ramadhani, N. (2024). RUU Perampasan Aset Hasil Tindak Pidana Korupsi oleh KPK: Perspektif teori kepentingan sosial Roscoe Pound. Indonesian Journal of Law and Justice, 2(2), 5. https://doi.org/10.47134/ijlj.v2i2.3387
Sakinah, T. I., & Sumardiana, B. (2025). Non-conviction based asset forfeiture policy concept through in rem lawsuit based on economic analysis of law. Reformasi Hukum, 29(1), 62–63. https://doi.org/10.46257/jrh.v29i1.1154
Saputra, N. (2023). Politik hukum dan muatan pengaturan dalam pembentukan Undang-Undang Perampasan Aset. Info Singkat, 15(10), 2.
Saputra, R. (2017). Tantangan penerapan perampasan aset tanpa tuntutan pidana (non-conviction based asset forfeiture) dalam RUU Perampasan Aset di Indonesia. Integritas, 3(1), 118. https://doi.org/10.32697/integritas.v3i1.158
Subhan, T. (2025, Maret 13). Korupsi sistemik di Indonesia. Rmol.id.
Tanthowi, P., Antoni, R., Kurniawan, R., & Sustanto, J. (2005). Membasmi kanker korupsi (Vol. 2). Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) Muhammadiyah.
Umam, A. (2014). Pergulatan demokrasi dan politik anti korupsi di Indonesia (Vol. 1). Pustaka Pelajar.
Wibowo, A., Ratnawati, A. H., & Fernando, Z. (2022). Pengetahuan dasar antikorupsi dan integritas (Z. Mutaqin, Ed.; Vol. 1). Media Sains Indonesia.
Yozami, M. (2024, Desember 16). Dibutuhkan keberanian politik DPR untuk persetujuan RUU Perampasan Aset. Hukumonline.com. https://www.hukumonline.com/berita/a/dibutuhkan-keberanian-politik-dpr-untuk-persetujuan-ruu-perampasan-aset-lt675f941742906/?page=all
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Politika Progresif : Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



