Negara, Korporasi, dan Masyarakat Sipil: Dinamika Demokrasi dalam Konflik Agraria Kendeng, Jawa Tengah
DOI:
https://doi.org/10.62383/jembatan.v2i4.2680Keywords:
Agrarian Conflict, Civil Society Movement, Kendeng Mountains, Power Relations, PT Semen IndonesiaAbstract
The agrarian conflict in the Kendeng Mountains, Central Java, arose due to the construction of a cement factory by PT Semen Indonesia, which was supported by the state through the issuance of environmental permits, even though several permits had been revoked by court decisions. The local community rejected the project because it threatened their water sources, environment, and livelihoods. This study aims to analyze the relationship between the state, corporations, and civil society in the agrarian conflict in Kendeng, as well as the role of civil society movements in responding to this conflict. The research uses qualitative methods with a literature study of journals and related news reports. Using Karl Marx's theory of conflict and Charles Tilly's theory of social movements, the study finds that the state tends to side with corporate interests, while civil society continues to build resistance through collective action, legal advocacy, public campaigns, and ecofeminist movements. The Kendeng conflict reflects the imbalance of power relations and the weakness of substantive democracy in natural resource management. The need for increased transparency in licensing, community participation, and ecological protection are the main solutions.
References
Annas, M. (n.d.). Analisis data penelitian kualitatif dan kuantitatif. Metode Penelitian Ekonomi Bisnis, 56.
Asrawijaya, E. (2020). Gerakan ekopopulisme komunitas Samin melawan perusahaan semen di Pegunungan Kendeng. Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis, 5(1).
Daruhadi, G., & Sopiati, P. (2024). Pengumpulan data penelitian. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 3(5), 5423–5443.
Hadi, G. S., Noviyanti, A. F., Al Fikri, M. I., & Zami, M. R. A. Z. (2025). Gerakan pemuda era reformasi: Studi kasus aksi “Indonesia Gelap” di Jember dalam perspektif Charles Tilly. WISSEN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 3(3), 92–108.
Hukum Online. (2017, March 23). Koalisi masyarakat sipil kecewa penanganan kasus Kendeng (Pemerintah pusat dinilai tidak tegas). Retrieved November 18, 2025, from https://www.hukumonline.com/berita/a/koalisi-masyarakat-sipil-kecewa-penanganan-kasus-kendeng-lt58d36d4205f8f/
Huwaina, A., Prabawati, A., & Dewi, A. (2024). Konflik pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah (Analisis konflik tenurial menggunakan teori konflik Karl Marx). Environment Conflict, 1(1).
Khusnia, K., & Warsito. (2018). Resolusi konflik pembangunan pabrik semen di Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang. Journal of Politics and Government Studies, 7(2), 111–120.
Maharani, N. F. (2024). Opini: Konflik pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah. Kompasiana. Retrieved October 7, 2025, from https://www.kompasiana.com/amp/naila21459/67605665c925c45781750942/opini-konflik-pembangunan-pabrik-semen-di-pegunungan-kendeng-jawa-tengah
Pratama, A. Y., & Sumardjoko, B. (2018). Perlawanan politik petani Pegunungan Kendeng Utara dalam menolak pembangunan pabrik semen di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Prayogi, A., Nasrullah, R., Setiawan, S., & Setyawan, M. A. (2025). Konsep konflik dan teori konflik sosial dalam pemikiran Karl Marx. SiNORA, 1(1), 1–11.
Subekti, T. (2016). Konflik Samin vs PT Semen Indonesia. Jurnal Transformative, 2(2).
Sufyan, A. (2015). Gerakan sosial masyarakat Pegunungan Kendeng Utara melawan pembangunan pabrik semen di Kabupaten Rembang (Doctoral dissertation, Universitas Airlangga).
Syawaludin, M. (2017). Sosiologi perlawanan: Studi perlawanan repertoar petani di Rengas Ogan Ilir Sumatera Selatan. Deepublish.
Talitha, D. N., Putri, Y., & Angela, D. (2025). Penyelesaian konflik antara masyarakat Kendeng Utara dan PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang. Mimbar: Jurnal Penelitian Sosial dan Politik, 14(1).
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI). (2017, March 30). Perjuangan petani Kendeng, memperkuat gerakan penyelamatan kawasan karst di Indonesia. Retrieved November 18, 2025, from https://www.walhi.or.id/perjuangan-petani-kendeng-memperkuat-gerakan-penyelamatan-kawasan-karst-di-indonesia
Wulandari, et al. (2019). Konflik dan perubahan kebijakan di Pegunungan Karst Kendeng: Narasi belief system dalam advocacy coalition framework. Jurnal Transparansi, 2(1), 1–8.
Wulansari, I., & Sigit, R. R. (2017). Kendeng dan gerakan ekofeminisme. Mongabay. Retrieved October 7, 2025, from https://mongabay.co.id/2017/03/06/kendeng-dan-gerakan-ekofeminisme/
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jembatan Hukum : Kajian ilmu Hukum, Sosial dan Administrasi Negara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



