Dari Kasih Menjadi Luka Kekerasan Rumah Tangga dan Gugurnya Hak Orang Tua

Authors

  • Romansyah Fitra Lebie Universitas Negeri Gorontalo
  • Nur Mohamad Kasim Universitas Negeri Gorontalo
  • Dolot Alhasni Bakung Universitas Negeri Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.62383/jembatan.v2i3.2364

Keywords:

Child Protection, Domestic Violence, Ethical Reasoning, Legal Basis, Parental Rights

Abstract

This paper aims to explore the legal basis and ethical reasoning for the revocation of parental rights due to domestic violence by placing the child's best interests as a compass and mapping the gap between norms and judicial practices. The method used is normative-doctrinal legal research based on a literature review of the Domestic Violence Law, the Marriage Law, the Child Protection Law, selected jurisprudence, and scientific literature, analyzed qualitatively through systematic interpretation, argument construction, and linking to the facts of the impact of domestic violence on children. The results show that positive law provides a firm basis for sanctions and protections including restrictions on interaction and revocation of custody rights, but implementation is often hampered by vague evidence of psychological violence, the victim's economic dependence, and weak execution of alimony; revocation effectively breaks the cycle when accompanied by a protection order, a post-decision parenting plan, and ongoing psychosocial support. Policy implications include guidelines for proving coercive control, expanding access to timely protection orders, integrating trauma-informed services in religious courts, and a mechanism for executing alimony that does not burden victims, with schools, community health centers, and communities as early detection nodes. Ultimately, legal work and social networks converge in one simple goal: that home again means a safe place for children to return.

References

Ariyani, M., & Qonita, M. (2018). Perbandingan forgiveness pada wanita korban KDRT ditinjau dari kehadiran anak. JPPP - Jurnal Penelitian Dan Pengukuran Psikologi, 7(1), 20-25. https://doi.org/10.21009/jppp.071.03

Bakung, D. A., Abdussamad, Z., Muhtar, M. H., Apripari, A., & Hadju, Z. (2023, Juni 19). Tanggung jawab keperdataan orang tua terhadap anak-anak pasca pereceraian di wilayah Gorontalo (penyuluhan di Desa Kaaruyaan Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo). Jurnal Pelayanan Hubungan Masyarakat, 1(2), 51-68.

Daud, E. R. L. (2020). Pekerja rumah tangga sebagai korban kekerasan dalam rumah tangga. Jurist-Diction, 3(5), 1681. https://doi.org/10.20473/jd.v3i5.21973

Dewi, M. R., et al. (2023). Optimalisasi pelayanan publik terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga di Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Denpasar. AL-DALIL Jurnal Ilmu Sosial Politik Dan Hukum, 1(3), 13-28. https://doi.org/10.58707/aldalil.v1i3.552

Firdaus, M. F. (2023). Pengasuhan anak yang belum mumayyiz kepada ayah kandung menurut Kompilasi Hukum Islam. JURNAL AZ-ZAWAJIR, 3(1), 104-114. https://doi.org/10.57113/jaz.v3i1.262

Huruji, R., Puluhulawa, M. R. U., & Muhtar, M. H. (2024, Mei 26). Penegakan hukum kekerasan seksual terhadap anak di Polres Boalemo (Studi kasus diwilayah Kepolisian Resor Boalemo). SINERGI: Jurnal Riset Ilmiah, 1(5), 282-293. https://doi.org/10.62335/paam4k13

Idrus, M. (2024). Peran penting arbitrase dalam hukum perkawinan Islam di Indonesia (Urgensitas lembaga arbitrase Islam dalam pengasuhan anak dan sengketa perceraian). Indonesian Journal of Shariah and Justice, 4(2), 247-275. https://doi.org/10.46339/ijsj.v4i2.109

Karima, A., et al. (2023). Kepentingan terbaik anak pemohon dispensasi pernikahan dalam penafsiran hukum oleh hakim. Al-Syakhsiyyah Journal of Law & Family Studies, 5(2). https://doi.org/10.21154/syakhsiyyah.v5i2.7082

Leasa, E. Z. (2019). Aspek legal spirit Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. SASI, 24(2), 168. https://doi.org/10.47268/sasi.v24i2.131

Maharani, N. A. E. A., et al. (2023). Prinsip kepentingan terbaik bagi anak akibat pembatalan perkawinan orang tua sedarah. Media Iuris, 6(1), 1-42. https://doi.org/10.20473/mi.v6i1.40106

Mareta, V., & Achmad, M. J. (2022). Perlindungan terhadap pengabaian hak asuh anak akibat perceraian. Bureaucracy Journal Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance, 2(1), 484-502. https://doi.org/10.53363/bureau.v2i1.146

Paputungan, M., Abdussamad, Z., & Muhtar, M. H. (2025, Januari 30). Efektivitas penerapan hukum dalam praktik pengangkatan anak di Desa Motabang. Innovative: Journal of Social Science Research, 5(1), 5798-5813.

Puspytasari, H. H. (2021). Fleksibilitas tradisi pesantren terhadap kekerasan pada isteri (Studi kasus pada penerapan UU PKDRT di lingkungan pesantren Kab. Jombang). Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 7(1), 403. https://doi.org/10.23887/jkh.v7i1.31766

Radhitya, T. V., et al. (2020). Dampak pandemi COVID-19 terhadap kekerasan dalam rumah tangga. Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 2(2), 111. https://doi.org/10.24198/jkrk.v2i2.29119

Revatalina, N. Y., & Uljanah, N. (2025). Pengaruh kekerasan psikologis terhadap kesehatan mental korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebuah studi psikologis dan hukum. CBJIS Cross-Border Journal of Islamic Studies, 7(2), 361-369. https://doi.org/10.37567/cbjis.v7i2.4226

Saputri, R., et al. (2024). Perbuatan kekerasan/pelecehan seksual terhadap perempuan. Deleted Journal, 2(1), 53-62. https://doi.org/10.62565/keadilan.v2i1.39

Solihah, C., et al. (2022). Marital rape (Kekerasan seksual dalam perkawinan) perspektif budaya hukum dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang PKDRT. PALASTREN Jurnal Studi Gender, 15(1), 149. https://doi.org/10.21043/palastren.v15i1.7167

Sopacua, M. G. (2022). Konsep ideal pencegahan kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 4(2), 213-226. https://doi.org/10.14710/jphi.v4i2.213-226

Syarif, M., Ramadhani, R., Wisnu Graha, M. A., Yanuaria, T., Muhtar, M. H., Asmah, N., Syahril, M. A. F., Utami, R. D., Rustan, A., Nasution, H. S., Putera, A., Wilhelmus, K., & Jannah, M. (2024). Metode penelitian hukum. Padang: Get Press Indonesia.

Tulangow, D. S., et al. (2022). Intervensi untuk mengatasi dampak pada anak yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Buletin Kesehatan Publikasi Ilmiah Bidang Kesehatan, 6(1), 42-59. https://doi.org/10.36971/keperawatan.v6i1.104

You, Y. (2019). Relasi gender patriarki dan dampaknya terhadap perempuan Hubula Suku Dani, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Sosiohumaniora, 21(1), 65. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v21i1.19335

Yustika, N., et al. (2022). Analisis gender terhadap KDRT: Studi kasus perempuan penyintas KDRT Yayasan Spek-Ham Surakarta. SOSIOLOGI Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial Dan Budaya, 24(2), 237-269. https://doi.org/10.23960/sosiologi.v24i2.356

Downloads

Published

2025-09-27

How to Cite

Romansyah Fitra Lebie, Nur Mohamad Kasim, & Dolot Alhasni Bakung. (2025). Dari Kasih Menjadi Luka Kekerasan Rumah Tangga dan Gugurnya Hak Orang Tua. Jembatan Hukum : Kajian Ilmu Hukum, Sosial Dan Administrasi Negara, 2(3), 160–178. https://doi.org/10.62383/jembatan.v2i3.2364