Analisis Yuridis Penguatan Hak Sipil dan Ekonomi Perempuan Berdasarkan Prinsip Astacita Keempat dalam Hukum Perdata Indonesia

Authors

  • Asriyuni Waris Universitas Gorontalo
  • Siti Halmaira Ambo Universitas Gorontalo
  • Roy Marthen Moonti Universitas Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.62383/jembatan.v2i2.1907

Keywords:

Civil Law, Women, Civil Rights, Economic Rights, Astacita

Abstract

This study conducts a juridical analysis of the strengthening of women's civil and economic rights in Indonesian civil law, based on the 4th Astacita principle of women's empowerment. The study identifies and analyzes inequalities in women's access to civil rights, such as inheritance rights, property ownership, and social security. Although the national legal framework has recognized the principle of gender equality, its implementation still faces significant challenges due to the strong patriarchal culture and women's limited access to legal justice. Therefore, this study emphasizes the urgency of gender-responsive legal reforms and increased women's participation in the legislative process to realize substantive equality and justice.

References

Arifin, A. R. (2021). Pola pemberdayaan UMKM sebagai memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di Kabupaten Luwu Timur (p. 3). http://repository.iainpalopo.ac.id/id/eprint/3960/1/Anita%20Rahayu%20Arifin.pdf

Beno, J., Silen, A., & Yanti, M. (2022). Peran ekonomi kreatif dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di Kecamatan Soreang Kota Parepare dalam perspektif ekonomi Islam. Braz Dent J., 33(1), 1–12.

Charulsyiva. (2023). Implementasi perlindungan kebebasan berpendapat menurut perundang-undangan dan hukum Islam (Studi kritikan BEM UI terhadap Presiden RI). [Unpublished manuscript].

Febrianti. (2025). Tinjauan yuridis terhadap sistem rekrutmen pegawai negeri sipil dalam perspektif hukum administrasi negara, 13(2), 1–23.

Gultom, P., & Rumainur, R. (2022). Analisis yuridis terhadap kewajiban pemenuhan hak asasi manusia dalam praktik bisnis perkebunan kelapa sawit. Jurnal HAM, 13(2), 305–332. https://doi.org/10.30641/ham.2022.13.305-332

Harahap, F. H., Dalimunthe, R. H., & Siregar, F. (2025). Pemberdayaan perempuan dalam perspektif Islam: Kajian hukum, sosial, dan gender di dunia modern. Peteka, 8(1), 154–162.

Muhammad Syammakh Daffa Alghazali, A. W. S., & Fathul Fikri, H. (2023). Tanggung jawab pemerintah dalam pemenuhan hak masyarakat adat pasca Undang-Undang Cipta Kerja. Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis, 4(3), 260–273.

Riswanto, A., Zafar, T. S., Sunijati, E., Harto, B., Boari, Y., Astaman, P., Dassir, M., & Hikmah, A. N. (2023). Ekonomi kreatif: Inovasi, peluang, dan tantangan ekonomi kreatif di Indonesia. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Rodliyah. (2023). Jurnal Risalah Kenotariatan, 4(1), 271–293.

Sarman, R. (2023). Sinergi pendidikan inklusif dan kewirausahaan inovatif sebagai strategi mewujudkan visi Indonesia Emas tahun 2045. [Unpublished manuscript].

Shabillia, L., & Santoso, B. (2023). Analisis yuridis terhadap pembiayaan berbasis kekayaan intelektual dalam ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia. Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 5(1), 737–746. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i1.2871

Siburian. (2024). Hak sipil merupakan hak dasar individu yang dijamin dalam konstitusi dan instrumen hukum internasional, seperti kebebasan berpendapat, kebebasan beragama, hak atas perlakuan yang adil, dan perlindungan dari diskriminasi. [Unpublished manuscript].

Siregar, S. A. (2023). Tinjauan yuridis eksistensi perempuan dalam kultur patriarki di bidang politik perspektif Yusuf al-Qaradhawi. http://repository.unissula.ac.id/30408/2/30301900321_fullpdf.pdf

Ummah, M. S. (2020). Aksesibilitas keadilan perempuan dan anak. Sustainability (Switzerland), 11(1). http://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005

Virgianita. (2021). Gerakan perempuan dan proyeksi kesetaraan gender Indonesia 2045. [Unpublished manuscript].

Downloads

Published

2025-06-16

How to Cite

Waris, A., Ambo, S. H., & Moonti, R. M. (2025). Analisis Yuridis Penguatan Hak Sipil dan Ekonomi Perempuan Berdasarkan Prinsip Astacita Keempat dalam Hukum Perdata Indonesia. Jembatan Hukum : Kajian Ilmu Hukum, Sosial Dan Administrasi Negara, 2(2), 413–423. https://doi.org/10.62383/jembatan.v2i2.1907