Perbandingan Hukum Perdata di Negara-Negara Asean Kajian Terhadap Perbandingan Indonesia dan Malaysia

Authors

  • Ariel Lois Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Handar Subhandi Bakhtiar Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.62383/jembatan.v2i2.1822

Keywords:

Civil Law, Common Law, Private International Law

Abstract

This study examines the comparative analysis of civil law systems between Indonesia and Malaysia, which adhere to the Civil Law and Common Law systems, respectively. Indonesia implements the Civil Law system, inherited from Dutch colonial rule and based on the Burgerlijk Wetboek (BW), whereas Malaysia adopts the Common Law system, derived from the English legal tradition. The fundamental difference between these systems lies in their sources of law, where Civil Law prioritizes codification through written statutes, while Common Law relies on jurisprudence and judicial precedents. Additionally, Malaysia employs a mixed legal system, incorporating elements of Customary Law and Islamic Law in specific legal matters. This study further explores the potential for harmonization of civil law between Indonesia and Malaysia through the Private International Law (PIL) framework, which facilitates cross-border dispute resolution based on the lex patriae and lex domicilii principles. By employing a Juridical-Normative methodology and adopting Comparative, Analytical, and Conceptual approaches, this research underscores the significance of understanding legal system differences to enhance legal cooperation between the two nations.

References

ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara). (2025, Maret). ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara). Diambil kembali dari https://jakarta.diplo.de/id-id/deu-indo/1986362-1986362

Dicey, A. V., & Jowell, H. (2022). The conflict of law.

Djufri, G. M. (2022). Urgensi pembaharuan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata di Indonesia. Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis, 3(4).

Dumgair, W. (2016). Pembelaan terpaksa (Noodweer) dan pembelaan terpaksa yang melampaui batas (Noodweer exces) sebagai alasan penghapus pidana. Lex Crimen.

Febrianty, F. P. (2024). Perbandingan sistem hukum civil law dan common law. Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi, 1(3).

Fuady, M. (2021). Konsep hukum perdata. Jakarta: Rajawali Pers.

Iqbal, F. M. (2022). Kontribusi sistem civil law (Eropa Kontinental) terhadap perkembangan sistem hukum Indonesia. Jurnal Dialektika Hukum, 4(2).

Komuna, A. P. (2013). Penyelesaian sengketa perdata internasional terkait hak kekayaan intelektual (Analisis kasus Apple Inc. dan Samsung Electronics Ltd.Co.) [Skripsi, Universitas Hasanuddin].

Kumorotomo, N., & Anwar, F. (2023). Perbandingan sistem hukum civil law dan common law dalam penerapan yurisprudensi ditinjau dari politik hukum.

Malaysian Civil Law Act 1956. (t.t.).

Malaysian Federal Constitution 1957. (t.t.).

Marzuki, P. M. (2011). Penelitian hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Priskap, R. (2020). Sejarah perkembangan kekuasaan kehakiman di Indonesia. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20(1), 320.

Safira, M. E. (2017). Hukum perdata. Ponorogo: CV. Nata Karya.

Shabhanaj, D. (2016). Common law of Malaysia: A practical approach. E-Journal of Law, 2(2).

Simanjuntak, E. (2019). Peran yurisprudensi dalam sistem hukum di Indonesia. Jurnal Konstitusi.

Sulaiman, A. (2019). Pengantar ilmu hukum (Vol. 2). Jakarta: UIN Jakarta.

Wahyudi Kumorotomo, & Fajri Nurrahman. (2022). Perbandingan sistem hukum civil law dan common law dalam penerapan yurisprudensi ditinjau dari politik hukum. Darmasisya.

Yohanes Jeriko Giovanni, & Rahayu Anjani. (2023). Internalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai profesi hukum mediator dalam rangka membangun integritas. Jurnal Kewarganegaraan.

Yulia. (2016). Hukum perdata internasional. Aceh: Unimal Press.

Downloads

Published

2025-06-04

How to Cite

Ariel Lois, & Handar Subhandi Bakhtiar. (2025). Perbandingan Hukum Perdata di Negara-Negara Asean Kajian Terhadap Perbandingan Indonesia dan Malaysia. Jembatan Hukum : Kajian Ilmu Hukum, Sosial Dan Administrasi Negara, 2(2), 389–399. https://doi.org/10.62383/jembatan.v2i2.1822