Pengharmonisasian, Pembulatan, dan Pemantapan Konsepsi Rancangan Peraturan Daerah Tugas dan Fungsi Kementerian pada Pasal 99A Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang- Undangan No. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2019

Authors

  • Winajat Winajat Universitas Dr. Soetomo
  • Syahrul Borman Universitas Dr. Soetomo
  • Dudik Jaya Sidharta Universitas Dr. Soetomo

DOI:

https://doi.org/10.62383/jembatan.v2i1.1341

Keywords:

harmonization, Rounding, Raperda, ranperda, Ministry of Law and Human Rights

Abstract

Law Number 15 of 2019 in Article 58, Article 85 and Article 91 contains authority that must be carried out by ministries or institutions that carry out government affairs in the field of Legislation Formation. Until early 2025, the government has not formed the ministry or institution in question. The legal issue of this normative legal research: What is the form of regulation of harmonization, rounding, and consolidation of the conception of the Draft Regional Regulation? What is the authority of the ministry in harmonizing, rounding, and consolidating the conception of the Draft Regional Regulation? The arrangement of harmonizing, rounding, and consolidating the conception of the Draft Regional Regulation involves a series of steps that are structured and regulated by laws and regulations. Harmonization is the process of harmonizing and unifying draft regulations so that there is no conflict with existing regulations. Coordination, For the Draft Regional Regulations that come from the Regional People's Representative Council, harmonization is coordinated by the fittings of the Regional People's Representative Council that handles the field of legislation. The authority of the ministry in harmonizing, rounding, and consolidating the conception of the Draft Regional Regulation is rooted in Article 18 paragraph (6) of the 1945 Constitution which states that local governments have the right to establish regional regulations, which are the implementation of regional autonomy. Article 236 of Law Number 23 of 2014 emphasizes that regional regulations must be prepared as an elaboration of higher laws and regulations. Since the promulgation of Law Number 15 of 2019, there has been a significant change in the authority to harmonize the Draft Regional Regulations.

References

Al Atok, R. (2015). Konsep pembentukan peraturan perundang-undangan: Teori, sejarah, dan perbandingan dengan beberapa negara bikameral (Edisi revisi). Malang: Setara Press.

Ali, A. (2002). Menguak tabir hukum (suatu kajian filosofis dan sosiologis). Jakarta: Citra Pratama.

Asshiddiqie, J. (2005). Hukum tata negara dan pilar-pilar demokrasi: Serpihan pemikiran hukum, media dan HAM. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI.

Asshiddiqie, J. (2006a). Pengantar ilmu hukum tata negara (Jilid 1). Jakarta: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI.

Asshiddiqie, J. (2006b). Pengantar ilmu hukum tata negara (Jilid II). Jakarta: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI.

Asshiddiqie, J. (2006c). Teori Hans Kelsen tentang hukum. Jakarta: Konstitusi Press.

Attamimi, A. H. S. (1990). Peranan keputusan presiden Republik Indonesia dalam penyelenggaraan pemerintahan negara: Suatu studi analisis mengenai keputusan presiden yang berfungsi pengaturan dalam kurun waktu Pelita I – Pelita IV (Disertasi, Ilmu Hukum, Fakultas Pascasarjana Universitas Indonesia).

Bo'a, F. Y. (2017). Pancasila dalam sistem hukum (Cetakan I). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Borman, M. S. (2019). Kedudukan notaris sebagai pejabat umum dalam perspektif Undang-Undang Jabatan Notaris. Kedudukan Notaris Sebagai Pejabat Umum Dalam Perspektif Undang-Undang Jabatan Notaris, 3(1). http://repository.unitomo.ac.id/id/eprint/1606

Bruggink. (2015). Refleksi tentang hukum: Pengertian-pengertian dasar dalam teori hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Hooft, P. V. (2001). Penemuan hukum (B. A. Sidharta, Penerj.). Bandung: Laboratorium Hukum Fakultas Hukum Universitas Parahyangan.

Ibrahim, J. (2006). Teori dan metodologi penelitian hukum normatif. Malang: Bayumedia Publishing.

Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959, Nomor 75, Sekretariat Negara, Jakarta.

Indonesia. (2011). Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234, Sekretariat Negara, Jakarta.

Indonesia. (2019). Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 183, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6398, Sekretariat Negara, Jakarta.

Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 143, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6801, Sekretariat Negara, Jakarta.

Indrati, M. F. (2007). Ilmu perundang-undangan 1: Jenis, fungsi, dan materi muatan. Yogyakarta: Kanisius.

M. Hadjon, P. (1998). Tentang wewenang. Makalah pada Penataran Hukum Administrasi. Surabaya: Fakultas Hukum Universitas Airlangga.

M. Hadjon, P. (2005). Argumentasi hukum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Madiong, B. (2014). Sosiologi hukum: Suatu pengantar. Makassar: Sah Media.

Manan, B. (1987). Peranan peraturan perundang-undangan dalam pembinaan hukum nasional. Bandung: Armico.

Manan, B. (1992). Dasar-dasar perundang-undangan Indonesia. Jakarta: Ind. Hill, Co.

Manan, B. (1994). Ketentuan-ketentuan tentang pembentukan peraturan perundang-undangan dalam pembangunan hukum nasional. Makalah disampaikan pada Pertemuan Ilmiah tentang Kedudukan Biro-Biro Hukum/Unit Kerja Departemen/LPND dalam Pembangunan Hukum, Jakarta, 19-20 Oktober 1994.

Manan, B. (1997). Beberapa masalah hukum tata negara Indonesia. Bandung: Alumni.

Manan, B. (2000). Wewenang provinsi, kabupaten, dan kota dalam rangka otonomi daerah. Bandung: Fakultas Hukum Unpad.

Marwiyah, S. (2015). Hak untuk hidup dalam perspektif hak asasi manusia. Hak untuk hidup dalam perspektif hak asasi manusia, 1(1), 68-79. https://scholar.google.co.id/scholar?oi=bibs&cluster=10967442363467299628&btnI=1&hl=en

Marzuki, P. M. (2017a). Penelitian hukum (Edisi revisi). Jakarta: Kencana.

Marzuki, P. M. (2017b). Pengantar ilmu hukum (Edisi revisi). Jakarta: Kencana.

Mertokusumo, S. (1993). Bab-bab tentang penemuan hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Mertokusumo, S. (2009). Penemuan hukum: Sebuah pengantar. Yogyakarta: Liberty.

Meuwissen. (2009). Pengembanan hukum, ilmu hukum, teori hukum dan filsafat hukum (B. A. Sidharta, Penerj.). Bandung: Refika Adiama.

Prakoso, A. (2016). Penemuan hukum: Sistem, metode, aliran dan prosedur dalam menemukan hukum. Yogyakarta: LaksBang Pressindo.

Prasetyo, T. (2016). Filsafat, teori & ilmu hukum. Jakarta: Rajawali Pers.

R., R. H. (2013). Hukum administrasi negara. Jakarta: Raja Grafindo.

Rahardjo, S. (2006). Ilmu hukum (Cetakan keenam). Bandung: Citra Aditya Bakti.

Sidarta, D. D. (2022). Konstruksi filosofis haluan negara dikaitkan dengan hubungan antara MPR dan Presiden sebelum dan sesudah amandemen UUD 1945. Jurnal Hukum dan Kenotariatan, 6(1), 311-322. https://riset.unisma.ac.id/index.php/hukeno/article/view/15216

Sidharta, A. (2000). Refleksi tentang struktur ilmu hukum. Bandung: Mandar Maju.

Soehino. (1997). Hukum tata negara, penyusunan dan penetapan peraturan daerah. Yogyakarta: Liberty.

Soemantri, S. H. R. T. (2015). Hukum tata negara Indonesia: Pemikiran dan pandangan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Suwanda, D. (2016). Penguatan pengawasan DPRD untuk pemerintah daerah yang efektif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. (2008). Kamus bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa.

Utrecht. (1983). Pengantar hukum Indonesia. Jakarta: Ichtiar Baru.

Wojowasito, S. (1985). Kamus umum Belanda-Indonesia. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.

Yusri, M. (2016). Hukum administrasi negara. Pekanbaru: Marpoyan Tujuh.

Downloads

Published

2025-02-11

How to Cite

Winajat Winajat, Syahrul Borman, & Dudik Jaya Sidharta. (2025). Pengharmonisasian, Pembulatan, dan Pemantapan Konsepsi Rancangan Peraturan Daerah Tugas dan Fungsi Kementerian pada Pasal 99A Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang- Undangan No. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2019. Jembatan Hukum : Kajian Ilmu Hukum, Sosial Dan Administrasi Negara, 2(1), 257–280. https://doi.org/10.62383/jembatan.v2i1.1341