Implikasi Hukum Perkawinan Campuran WNI dan WNA Terhadap Status Kewarganegaraan Anak dibawah Umur

Authors

  • Miftah Aulia Ramsen Universitas Sriwijaya
  • Zindya Selvia Universitas Sriwijaya
  • Fildzah Rosa Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.62383/humif.v2i4.2423

Keywords:

Citizenship of Children, Foreign Citizens (WNA), Indonesian Citizens (WNI), Legal Protection, Mixed Marriage

Abstract

The research titled “Legal Implications of Mixed Marriages between Indonesian Citizens and Foreign Nationals on the Citizenship Status of Minors” discusses the legal consequences arising from marriages between Indonesian citizens (WNI) and foreign nationals (WNA), particularly regarding the determination of the citizenship status of minors. Mixed marriages often create legal complexities due to differences in citizenship systems between countries, which affect the rights and legal standing of children. The research problems focus on two main issues: how Indonesian positive law regulates the citizenship status of children born from mixed marriages, and how the state provides legal protection for such children. This study employs a normative legal research method with a statutory approach, analyzing relevant laws, doctrines, and court decisions. The results show that although Law Number 12 of 2006 on Indonesian Citizenship has improved the previous system by recognizing limited dual citizenship for children, its implementation still faces several obstacles. Complicated bureaucracy, a lack of understanding among officials, and persistent discriminatory practices remain major challenges. Therefore, it is necessary to reform the legal framework and administrative system of citizenship management to ensure that the principles of non-discrimination and the best interests of the child are effectively and fairly realized.

References

Ali, Z. (2021). Metode penelitian hukum. Sinar Grafika.

Amin, M. N. K. (2016). Perkawinan campuran dalam kajian perkembangan hukum: Antara perkawinan beda agama dan perkawinan beda kewarganegaraan di Indonesia. Al-Ahwal, 9(2), 217. https://doi.org/10.14421/ahwal.2016.09206

Aulia Pinasty, R., et al. (2023). Perlindungan hukum untuk memenuhi hak waris anak hasil perkawinan campuran berdasarkan asas HPI. Pancasila Law Journal, 5(2), 389.

Bakarbessy, L., & Handajani, S. (2012). Kewarganegaraan ganda anak dalam perkawinan campuran dan implikasinya dalam hukum perdata internasional. Perspektif, 17(1), 3. https://doi.org/10.30742/perspektif.v17i1.89

Daming, S., & Ernawati, A. (2024). Perlindungan hukum terhadap status kewarganegaraan pada anak yang lahir dari perkawinan campuran. Jurnal Hukum dan Islam, 12(1), 9. https://doi.org/10.70742/ahlika.v1i1.17

Hardiyanti Lubis, A., et al. (2024). Konsep dasar hak asasi manusia (HAM) di Indonesia. Ar-Raudah: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan, 2(1), 80.

Indonesia, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Lembaran Negara RI Tahun 1974 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3019.

Indriani, R. I. S., Djatmika, P., & Istislam, I. (2018). Kedudukan harta warisan anak di bawah umur yang kedua orang tuanya melangsungkan perkawinan campur. Jurnal Selat, 6(1), 73. https://doi.org/10.31629/selat.v6i1.811

Kalman, H., & Zakaruddin. (2022). Perlindungan hukum atas hak waris terhadap anak yang lahir dari perkawinan campuran. Jurnal Hukum Ius Publicum.

Laoh, R. (2018). Perlindungan hukum hak anak untuk memperoleh kewarganegaraan dari perkawinan campuran menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Lex Privatum.

Mardiyanto, I. (2024). Perlindungan hukum internasional terhadap anak luar kawin pekerja migran Indonesia. Progresif: Jurnal Hukum, 19(1), 137.

Marsella. (2015). Kajian hukum terhadap anak dari perkawinan campuran. Mercatoria, 8(2), 178.

Muhaimin, M. (2020). Metode penelitian hukum. Mataram University Press.

Nahdhah, N., Norisnaniah, N., & Ulfah, M. (2022). Perlindungan hukum terhadap hak-hak keperdataan anak dari perkawinan campuran yang tinggal di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan. Jurnal Penegakan Hukum Indonesia. https://doi.org/10.51749/jphi.v3i2.57

Riyanti, I. (2023). Perlindungan hukum hak-hak warga negara Indonesia bagi anak dalam perkawinan campuran seumur hidup. Pro Hukum, 12(1), 795.

Santosa, L. W. (2025, September 26). Data perkawinan campuran warga Indonesia dan warga asing. ANTARA News. https://jabar.antaranews.com/berita/645688/data-perkawinan-campuran-warga-ndonesia-dan-warga-asing

Satjipto Rahardjo. (2012). Ilmu Hukum. Citra Aditya Bakti.

Soekanto, S. (2008). Pengantar penelitian. UI Press.

Soekanto, S., & Madmuji, S. (2014). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Rajawali Press.

Sugeha, Y. P. (2014). Hak anak memperoleh kewarganegaraan dari perkawinan campuran. Lex et Societatis, 2(2).

Suryatni, L. (2020). Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia dalam melindungi hak perempuan dan anak (perspektif: Perkawinan antara WNI dan WNA). Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara, 7(1), 40. https://doi.org/10.35968/jh.v10i2.461

Uksan, A. (2022). Pendidikan karakter bangsa dan bela negara. CV Jejak.

Wulandari, E. (2014). Perolehan kembali status kewarganegaraan yang hilang berdasarkan Undang-Undang Kewarganegaraan. Yuridika. https://doi.org/10.20473/ydk.v29i3.373

Downloads

Published

2025-10-21

How to Cite

Miftah Aulia Ramsen, Zindya Selvia, & Fildzah Rosa. (2025). Implikasi Hukum Perkawinan Campuran WNI dan WNA Terhadap Status Kewarganegaraan Anak dibawah Umur. Hukum Inovatif : Jurnal Ilmu Hukum Sosial Dan Humaniora, 2(4), 66–77. https://doi.org/10.62383/humif.v2i4.2423

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.