Pemanfaatan Lahan Perkotaan untuk Memaksimalkan Lahan Perkotaan yang Terbatas Bersama Ibu-Ibu PKK

Authors

  • Dimas Aditiya Universitas Negeri Padang
  • Lili Dasa Putri Universitas Negeri Padang
  • Solfema Solfema Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.62383/edukasi.v3i1.2770

Keywords:

Agriculture, Empowerment, Family, Hydroponics, Welfare

Abstract

This literature study examines hydroponic solutions (urban agriculture), particularly through hydroponic methods, as a response to the issue of significant urban agricultural land shrinkage and land conversion. Data shows a drastic reduction in rice fields in Sukawati District, Bali, from 497.24 Ha in 1985 to only 211.42 Ha in 2016, accompanied by a change in the profession of residents from farmers to entrepreneurs. This land conversion not only reduces agricultural areas but also has the potential to eliminate farmers' livelihoods. The method used is a literature review (narrative review) to collect and analyze studies related to the use of hydroponics in maximizing limited land in urban areas. The results of the discussion focus on hydroponic training provided to housewives from the Family Welfare Movement (PKK) and the City Youth Organization (Karang Taruna). This training aims to empower and utilize the free time of housewives, covering materials from the basic concepts of hydroponics, seed preparation, planting, maintenance, to harvesting. Hydroponic practices have been responded to positively by residents, and the PKK/Karang Taruna group is prepared to become mentors for other members. The benefits of hydroponics were emphasized as a highly efficient cultivation method, capable of saving up to 70-90% of water, enabling year-round food production, and providing faster and higher plant growth and yields. The outcome of this activity was the establishment of a communal hydroponic garden and each member's plan to grow hydroponically independently, demonstrating the success of hydroponics as a real solution to improving food security and sustainability in dense urban environments.

References

Ante, E., Benu, N. M., & Moniaga, V. R. B. (2016). Dampak ekonomi dan sosial alih fungsi lahan pertanian hortikultura menjadi kawasan wisata Bukit Rurukan di Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon. Agri-SosioEkonomi Unsrat, 12, 113–124.

Chambers, R. (1995). Poverty and livelihoods: Whose reality counts? Intermediate Technology Publications.

Chodariyanti, L. (2019). Pemberdayaan masyarakat desa kepada kelompok ibu-ibu PKK dan Karang Taruna melalui program pelatihan hidroponik. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1).

Dody, M., Sholeh, M., Salim, M. A., Putri, D. A. M., Karlina, N., Khairunnisa, N. L., Fatmah, Z., Wardani, T., & Aulia, J. (2024). Pengelolaan tanaman hidroponik untuk meningkatkan pendapatan Desa Beringin Tunggal Jaya. Community Empowerment Journal of Economic and Business.

Fungsi, I. A., Pertanian, L., Perkembangan, P., Daerah, S., Kota, P., Ayu, A. A., Rupini, D., Dewi, A. K. N., & Sueca, N. P. (2017). Kota (Studi kasus: Desa Batubulan, Gianyar). UNDAGI: Jurnal Ilmiah Arsitektur, 5(2).

Ibragimov, E. (2024). Manfaat ekonomi penggunaan sistem hidroponik industri bertingkat. Jurnal Inovasi Manajemen dan Ekonomi Amerika, 6(6), 23–29. https://doi.org/10.37547/tajmei/volume06issue06-03

Irza, H., & Syabri, I. (n.d.). Factors affecting land use change in northern ringroad of Padang Panjang. [Manuscript tidak diterbitkan].

Jurnal, I. (2024). Pertanian dalam ruangan: Ruang tumbuh tanaman hidroponik. Jurnal Ilmiah Riset Teknik dan Manajemen India, 8(7), 1–13. https://doi.org/10.55041/ijsrem36317

Kabeer, N. (1999). Resources, agency, achievements: Reflections on the measurement of women’s empowerment. Development and Change, 30(3), 435–464.

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2021). Pedoman umum gerakan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga. Kemendagri.

Kurnianto, B. T. (2024). Pertanian perkotaan: Solusi keterbatasan lahan di tengah urbanisasi. West Science, Nature, and Technology, 2(4), 185–191. https://doi.org/10.58812/wsnt.v2i04.1310

Liyana Sofyan, V. (2024). Bank sampah sebagai wadah pemberdayaan masyarakat (Studi kasus Bank Sampah Pancadaya Kecamatan Kuranji Kota Padang). Jurnal Fokus Ekonomi, 4(1), 450–458. https://doi.org/10.24036/jfe.v4i1.202

Mardikanto, T. (2014). CSR (corporate social responsibility) dan pemberdayaan masyarakat. Alfabeta.

Mardikanto, T., & Soebiato, P. (2017). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik. Alfabeta.

Mirna, M., & Mardhiah, N. (2022). Pelaksanaan PKK di Desa Suak Puntong Kecamatan Kuala Pesisir (Studi kasus Pokja pendidikan dan keterampilan). Jurnal Studi Pembangunan Indonesia, 2(2), 58–64. https://doi.org/10.58835/jspi.v2i2.41

Oktaviani, T. I., Putri, L. D., & Tim Penulis. (2024). Pemberdayaan warga binaan pemasyarakatan melalui kegiatan bimbingan kerja (BINJA) (Studi kasus di Lapas Kelas II A Padang). Jurnal Fokus Ekonomi, 4(1), 566–572. https://doi.org/10.24036/jfe.v4i1.245

Patel, T. K. (2024). Berkembang di luar tanah: Masa depan pertanian dengan hidroponik. NBW – Journal of Agriculture and Agribusiness, 6(1), 7–20. https://doi.org/10.52228/nbw-jaab.2024-6-1-2

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 2017 tentang Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga.

Reftyawati, D., Rahman, M. A., & Alisha, A. D. (2024). Hidroponik sebagai alternatif tanaman unggulan dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Pengabdian Sosial, 1, 234–240.

Soetomo. (2012). Pembangunan masyarakat: Merangkai sebuah kerangka. Pustaka Pelajar.

Suharto, E. (2014). Membangun masyarakat memberdayakan rakyat. Refika Aditama.

Teoh, S. H., Wong, G. R., & Mazumdar, P. (2024). Tinjauan tentang pertanian perkotaan: Potensi, tantangan, dan peluang. Innovations in Agriculture, 7, 1–11. https://doi.org/10.3897/ia.2024.127816

Tim Penggerak PKK Pusat. (2020). 10 program pokok PKK dan implementasinya. TP PKK Pusat.

Downloads

Published

2026-01-13

How to Cite

Dimas Aditiya, Lili Dasa Putri, & Solfema Solfema. (2026). Pemanfaatan Lahan Perkotaan untuk Memaksimalkan Lahan Perkotaan yang Terbatas Bersama Ibu-Ibu PKK. Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan, 3(1), 128–136. https://doi.org/10.62383/edukasi.v3i1.2770