Pengaruh Jenis Mordan dalam Pembuatan Eco Print pada Hasil Jadi Scarf

Authors

  • Refina Irbah Universitas Negeri Surabaya
  • Ma’rifatun Nasikhah Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.62383/edukasi.v2i4.2191

Keywords:

Color sharpness, Ecoprint, Mordant, Motif clarity, Scarf

Abstract

This study aims to analyze the effect of different mordant types on the quality of ecoprinted scarves, particularly in terms of color sharpness and motif clarity. A controlled experimental method was conducted by testing three types of mordants—alum, sodium acetate, and iron sulfate—on cotton fabric using the pounding technique. Each treatment was evaluated by 30 respondents to ensure statistical validity.  The results revealed significant differences (p<0.05) among the three mordants, with alum demonstrating the best performance, achieving a color sharpness score of 3.8 and motif clarity of 3.7, followed by iron sulfate (3.2 for color and 3.1 for motif), while sodium acetate yielded the lowest scores (2.6 for color and 2.9 for motif). The superiority of alum is attributed to the optimal fixation capability of Al³⁺ ions and pH stability within the range of 5.2–5.8. The research instruments were validated (r=0.92) and reliable (α=0.89).  These findings provide significant contributions to the advancement of ecoprinting techniques, particularly in mordant selection for producing high-quality textile products. 

References

Ahmad, A. F., & Hidayati, N. (2018). Pengaruh jenis mordan dan proses mordanting terhadap kekuatan dan efektifitas warna pada pewarnaan kain katun menggunakan zat warna daun jambu biji Australia. Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri, 6(2), 1–10.

Anugrah, H., & Novrita, S. Z. (2023). Penerapan eco print daun jati (Tectona grandis) pada bahan katun menggunakan mordan tawas. Jurnal Tata Rupa dan Busana, 3(1), 45–56.

Arikunto, S. (2020). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Edisi Revisi). Rineka Cipta.

Firdaus, A., & Rahmawati, L. (2022). Variasi mordan dalam pewarnaan alami. Jurnal Ilmu Tekstil, 11(1), 23–34.

Flint, I. (2008). Eco colour: Botanical dyes for beautiful textiles (pp. 20–157). Murdoch Books.

Hikma, A. R., & Retnasari, D. (2021). Ecoprint sebagai alternatif peluang usaha fashion yang ramah lingkungan. Jurnal Kriya, 9(2), 45–52.

Ichzan. (2010). Ferrosulfa heptahidrat: Sifat dan aplikasi dalam industri. Penerbit Kimia.

Indrianti, P. R., & Watye, R. (2023). Pengaruh waktu perendaman mordan terhadap hasil eco-printing menggunakan daun mangga (Mangifera indica Linn). Jurnal Teknologi Tekstil, 40(1), 1–16.

Lestari, N. N. M., & Utami, S. (2023). Penerapan eco print menggunakan teknik block print (Studi kasus: Desain busana ready to wear wanita). Jurnal Fashionista, 10(2), 123–135.

Lubis, M. S., Yuniarti, R., & Ariandi, A. (2020). Pemanfaatan pewarna alami kulit buah naga merah serta aplikasinya pada makanan. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2). ISSN 2580-0531.

Mahmudah, R., & Achir, S. (2013). Pengaruh jenis mordan terhadap hasil pewarnaan alami ranting pohon mangga untuk pewarnaan batik pada rok. Jurnal Online Tata Busana, 2(1), 82–86. https://doi.org/10.26740/jurnal-online-tata-busana.v2i1.1314

Poedji. (2009). Peran bahan kimia tunjung dalam proses industri. Jurnal Teknologi Kimia, 12(1), 1–15.

Saputra, R., & Wijaya, K. (2022). Dampak ketajaman warna dan kejelasan pola pada estetika dan ketahanan produk dalam tekstil yang dicetak secara ekologis. Sustainable Fashion Journal, 7(1), 78–92.

Saraswati, T. J., & Sulandjari, S. (2018). Perbedaan hasil rok pias eco print daun jati (Tectona grandis) menggunakan jenis dan massa mordan tawas dan cuka. Jurnal Online Tata Busana, 7(2), 93–99. https://doi.org/10.26740/jurnal-online-tata-busana.v7i2.24723

Setiawati, N., & Suhartiningsih. (2016). Pengaruh jumlah cat merah terhadap hasil pewarnaan jilbab pada kain sifon dengan teknik hand painting. e-Journal, 5(2), 55–61.

Sulistiami, & Nur, F. (2013). Penggunaan penguat jenis mordan dan daun jambu terhadap hasil pewarnaan teknik ikat celup pada kain katun. Jurnal Teknologi Tekstil, 12(2), 45–53.

Tengo, N. A., Nurhayati, B., & Nita, S. (2020). Isolasi dan karakterisasi senyawa alkaloid dari daun alpukat (Persea americana Mill). Jurnal Kimia Terapan, 15(3), 112–120.

Tortora, P. G., & Keiser, S. J. (2022). The Fairchild Books dictionary of fashion (Vol. 5). Bloomsbury Publishing.

Warsiti. (2019). Pengaruh jenis mordan terhadap hasil pewarnaan daun kersen (Muntingia calabura) pada gaun berbahan denim dengan teknik ikat celup [Skripsi, Universitas Negeri Surabaya].

Yuled. (2021). Pigmen alami: Studi tentang tunjung dan aplikasinya dalam seni. Penerbit Seni Budaya.

Yulianti, S., Handoko, B., & Pratiwi, R. (2023). Analisis komprehensif efek mordan pada kualitas syal dalam pencetakan ekologis. Jurnal Internasional Desain Tekstil, 12(4), 201–215.

Yusuf, M., Shabbir, M., & Mohammad, F. (2017). Natural colorants: Historical, processing and sustainable prospects. Springer.

Downloads

Published

2025-07-14

How to Cite

Refina Irbah, & Ma’rifatun Nasikhah. (2025). Pengaruh Jenis Mordan dalam Pembuatan Eco Print pada Hasil Jadi Scarf. Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan, 2(4), 73–84. https://doi.org/10.62383/edukasi.v2i4.2191