Kenakalan Remaja Di SMA Negeri 2 Tarutung

Authors

  • Elisa Martina Barus SMA Negeri 2 Tarutung

DOI:

https://doi.org/10.62383/dilan.v2i1.1159

Keywords:

juvenile delinquency, character education, counseling guidance, SMN 2 Tarutung

Abstract

Youth involvement in deviant behavior, including violence and bullying, is a major problem in education in Indonesia, particularly in SMN 2 Tarutung. The purpose of this study was to determine the different types of juvenile delinquency and analyze the components that contribute to these behaviors. Data were collected through observations, surveys and in-depth interviews with students and teachers using a qualitative approach with a case study design. The results showed that juvenile delinquency includes serious behaviors such as substance abuse and promiscuity to minor discipline violations. Negative interactions with peers, an unsupportive family environment, and students' disengaged attitudes with school are some of the influential factors. The impact of this delinquency creates an unfavorable environment for learning.

References

Andriyani, J. (2020). Peran lingkungan keluarga dalam mengatasi kenakalan remaja.

Aviyah, E., & Farid, M. (2014). Religiusitas, kontrol diri, dan kenakalan remaja. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia.

Diananda, A. (2019). Psikologi remaja dan permasalahannya. ISTIGHNA.

Farida, N. (2014). Metode penelitian kualitatif dalam penelitian pendidikan bahasa.

Fatmasari, F., Karomah, F., & Rifani, E. (n.d.). Studi literasi: Analisis perilaku kenakalan remaja pada siswa melalui pendekatan behavioral.

Fatriani, E. (2021). Problematika remaja (usia 13–18 tahun) di lingkungan Nurul Yaqin Kelurahan Pejeruk Kebon Sari Kecamatan Ampenan.

Framanta, G. M. (2020). Pengaruh lingkungan keluarga terhadap kepribadian anak. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK).

Furqon, E., Halim, A. R., Huda, F. S., Agustini, N., Fadlilah, S. A. N., Al Amien, M. F., & Aulina, A. (2022). Tinjauan kriminologis dan persepsi masyarakat terhadap kenakalan remaja di Desa Panenjoan. Probono and Community Service Journal, 1(1), 7–10.

Hardin, F., & Nidia, E. (n.d.). Gambaran faktor-faktor penyebab kenakalan remaja di RT 09 RW 03 Kelurahan Alang Laweh Kota Padang.

Hasibuan, D. A., Fitri, E., Wanda, K., Ananda, F., & Siregar, P. A. (n.d.). Analisis pengaruh kenakalan remaja terhadap prestasi belajar siswa pada usia remaja.

Hidayati, U., & Rahmawati, E. (2018). Hubungan antara sikap siswa terhadap sekolah dengan kecenderungan kenakalan remaja di Madrasah Tsanawiyah X dan Y Kota Malang. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 7(1), 38–45.

Hikmah, F. P., & Widayat, I. W. (n.d.). Hubungan antara sikap siswa terhadap sekolah dengan kecenderungan kenakalan remaja di Madrasah Tsanawiyah X dan Y Kota Malang.

Indra, L. O. M. (n.d.). Faktor-faktor penyebab delinkuen siswa.

Jasmisari, M., & Herdiansah, A. G. (2023). Kenakalan remaja di kalangan siswa sekolah menengah atas di Bandung: Studi pendahuluan.

Maulana, M. A. (2019). Studi kasus kenakalan remaja di sekolah menengah pertama di Kota Sukoharjo. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran.

Munir, A., & Rizqy, M. N. (n.d.). Upaya sekolah dalam menanggulangi kenakalan siswa (Studi kasus siswa di SMA “Z” Pekanbaru).

Putra, R. A., & Putri, P. K. D. (2023). Faktor perilaku kenakalan remaja pada siswa SMA Negeri 1 Grobogan. JASIMA: Jurnal Komunikasi Korporasi dan Media.

Putri, Y., Wulandari, P., Aisyah, S., Agustina, E., & Supriyadi, T. (n.d.). Faktor penyebab dan penanganan kenakalan remaja di SMK 10 November Tambun Selatan.

Salamor, Y. B., & Salamor, A. M. (n.d.). Sosialisasi dampak kenakalan remaja bagi anak di SMA Negeri 10 Ambon. Community Development Journal, 3(2). https://doi.org/10.31004/cdj.v3i2.4535

Tambunan, M. S., Telaumbanua, W. E., Pane, R., Hutasoit, M., & Situmeang, D. (n.d.). Analisis kenakalan remaja terhadap prestasi belajar siswa kelas X SMA N 1 Gunung Sitoli.

Downloads

Published

2024-12-28

How to Cite

Elisa Martina Barus. (2024). Kenakalan Remaja Di SMA Negeri 2 Tarutung. Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan Dan Bahasa, 2(1), 267–276. https://doi.org/10.62383/dilan.v2i1.1159